Babi Ngepet Di Bedahan Depok Hoax, ini Kronologinya

334
Babi Ngepet Di Bedahan Depok Hoax, ini Kronologinya
babi ngepet hoax bedahan Depok ft istw
DEPOK, banten.indeknews.com – Babi ngepet Kasus itu berawal dari cerita sejumlah warga sekitar yang mengaku kehilangan uang antara Rp1 juta hingga Rp2 juta. Atas dasar itu, tersangka punya rencana rekayasa cerita.

“Kemudian, tersangka  yaitu AI (Adam Ibrahim) ini merekayasa tentang adanya babi ngepet di daerah Bedahan Depok, dia memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp900 ribu, kemudian ditambah biaya ongkos Rp 200 ribu,” jelasnya.

Seekor babi hutan berwarna hitam diduga ‘Babi Ngepet‘ baru-baru ini menggemparkan publik. Hal itu diperkuat lantaran sebelumnya dilaporkan banyak yang kehilangan uang sejak satu bulan lalu. Kejadian tersebut berulang di setiap malam Selasa dan malam Sabtu.

Babi itu berhasil ditangkap warga Kampung Badahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Saat ditangkap, babi yang menyerupai celeng alias babi hutan itu berukuran besar setara anjing dewasa. Tapi paginya ukurannya mengecil.

babi ngepet hoax bedahan ft istw
babi ngepet hoax bedahan ft istw

Warga sepakat untuk menyembelih dan menguburkan ‘babi ngepet’ itu secara terpisah. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Selama satu bulan warga Kampung Badahan, Sawangan, Kota Depok diresahkan dengan hilangnya uang di malam Selasa dan malam Sabtu. Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing menyebutkan bahwa saat ditangkap, babi hitam itu tampak memakai sebuah kalung dan ikat kepala. Warga meyakini celeng itu adalah jelmaan.

“Memakai kalung kayu berwarna hitam dan memakai ikat di kepala berwarna merah,” terang Rio Tobing pada Selasa (27/4) kemarin.

“Kalau terkait temuan babi kita bicara faktanya. Kami menerima laporan ada warga yang menangkap seekor babi. Terkait dengan penanganannya karena dikhawatirkan adanya kerumunan massa yang melihat babi tersebut, akhirnya kita lakukan pembubaran agar tidak melihat babi tersebut,” terangnya, Rabu (28/4).

BACA JUGA:  Pemkot Tangerang Lalai Akan Putusan penetapan perintah eksekusi Pengadilan Negeri Tangerang

Rencana penangkapan babi itu sudah dilakukan satu bulan lalu. Pernah tertangkap dan berhasil kabur. Penangkapan dilakukan lagi pada Senin (26/4) sekitar pukul 22.30 WIB.

“Setelah menjadi orang tersebut berlari ke sana ke mari karena dikepung, babi berhasil ditangkap dengan menggunakan sorban berwarna hijau. Setelah ditangkap kemudian ditabur garam dan disabet dengan sapu lidi berjumlah tujuh batang kemudian dikandangi,” ujar Kapolsek.

Mereka mengaku melihat ada tiga orang mengendarai motor. Lalu satu orang turun mengenakan jubah menuju kebun. Sontak pria berjubah itu duduk dan 1,5 jam kemudian ada babi hutan.

Meski begitu, AKP Rio menegaskan yang dijumpai hanya seekor babi hutan pada umumnya.

“Kalau ada yang bilang dari besar terus mengecil ya faktanya saat anggota ke sana ditemukan kecil. Berdasarkan cerita ini itu kita belum bisa menyimpulkan karena faktanya yang kami temukan hanya seekor babi,” paparnya.

Kapolsek Sawangan AKP Rio Tobing mengimbau warga tetap tenang demi mencegah kegaduhan. “Kami imbau warga tetap tenang, kondusif jangan sampai menimbulkan kekisruhan dan kerumunan,” katanya.

Akhirnya babi hitam itu dibungkus menggunakan kain yang sebelumnya digunakan untuk menyembelih. Mulanya babi akan dikuburkan di lahan kosong. Namun ditolak warga yang meminta untuk dikubur di wilayah penanganannya.

terungkap alasan babi hutan dikubur terpisah

“Lubang digali seukuran 50 x 40 sentimeter. Di dalamnya ada dua kotak. Satu untuk kepalanya, satu untuk badannya,” kata Farhan, salah seorang warga.

Bagian badan dan kepala sengaja dipisah karena alasan tertentu. Warga percaya jika dikubur di lubang yang sama antara kepala dan badan, babi hitam itu bisa hidup kembali.

“Kami disuruhnya mengubur seperti itu, tidak ada penaburan kembang karena yang dikuburkan babi ngepet yang berbentuk hewan bukan manusia,” tukasnya.

BACA JUGA:  Brand Expert: Telur ayam terjun bebas yang berdampak pada kerugian bagi peternak.
Artikel sebelumyaPolresta Bogor Sebar Pasukan Pemburu Pemudik, Polisi : Kejar di Jalur Tikus Hingga Rumah Tujuan
Artikel berikutnyaBabi Ngepet di Depok cuma tipu-tipu Oknum Ustad Jamaah Sepi, Polisi sudah tetapkan tersangkanya