Babi Ngepet di Depok cuma tipu-tipu Oknum Ustad Jamaah Sepi, Polisi sudah tetapkan tersangkanya

367
Babi ngepet di Depok cuma tipu-tipu Oknum Ustad Yang Jamaah Sepi , polisi sudah tetapkan tersangkanya
AI ft istw
DEPOK, Banten.indeksnews.com- Babi Ngepet yang mengheboh warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok ternyata hoaks. Isu itu sengaja dibuat oleh ustaz di kawasan sekitar yang bernama Adam Ibrahim (44).

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan Adam sengaja menyebarkan hoaks babi ngepet dengan berpura-pura kehilangan duit. Sebagai orang yang cukup dihargai di lingkungannya, otomatis apa yang dikatakan Adam dipercaya oleh masyarakat.

“Kalau ada kalung tasbih dan ikatan kepala di babi ngepet, saya sampaikan itu bohong. Tersangkanya baru satu yaitu AI (Adam Ibrahim) menjadi otak kebohongan (hoaks) isu babi ngepet,” ujar Imran di kantornya, Kamis (29/4).\

ADAM IBRAHIM DEPAK ft istw

Munculnya babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, ternyata adalah akal-akalan yang sengaja dihembuskan. Polisi saat ini menetapkan AI (44) sebagai tersangka yang merancang soal babi ngepet itu, Kamis (29/4/2021). AI disebutkan sampai membeli babi di toko daring untuk memuluskan rencananya ini. AI tidak beraksi sendiri.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar mengatakan, ramai-ramai soal babi ngepet yang terjadi di Depok selama beberapa hari terakhir adalah sesuatu yang direkayasa oleh AI. Motifnya adalah supaya lingkungannya di wilayah Bedahan semakin terkenal. Adapun babi yang dihebohkan selama ini dikatakannya dibeli di salah satu komunitas hewan di sebuah toko daring.

“Dia (tersangka AI) merekayasa semua dengan membeli seekor babi seharga Rp 900 ribu. Mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu benar, padahal tidak. Itu adalah bohong, tidak benar,” kata Imran sebagaimana dilansir dari Viva.

Imran menambahkan, AI tak sendiri. Tetapi, ia dibantu oleh delapan orang lainnya. Menurutnya, kedelapan orang itu kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut. Menurut Imran, komplotan itu telah merencanakan cerita soal babi ngepet setidaknya sejak Maret.

“Adam Ibrahim Memang dikenal guru agam ustadlah¬† , tapi dimasa pandemi ini sepi jamaahnya.” kata Jaekani 40 tahun salah satu warga Bedahan

AI yang diduga kuat sebagai otak pelaku kini diancam dengan jeratan Pasal 14 ayat 1 dan atau Ayat 2 Udang-undang Dasar Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Ancaman hingga 10 tahun penjara menanti tersangka.

Berikut bunyi pasal di UU Peraturan Hukum Pidana yang menjerat ustaz Adam Ibrahim:

Pasal 14

(1) Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

(2) Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Artikel sebelumyaBabi Ngepet Di Bedahan Depok Hoax, ini Kronologinya
Artikel berikutnyaTelkom dan Netflix Jalin Kerja Sama Layanan Streaming Video Kualitas Tinggi