Kasus Mafia Karantina Pendatang dari India, Polisi Tetapkan 7 WN India Jadi Tersangka

260
Kasus Mafia Karantina Pendatang dari India, Polisi Tetapkan 7 WN India Jadi Tersangka
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ft istw mk
JAKARTA,banten.indekanews.com – Kasus mafia karantina. Polisi total menetapkan tujuh orang warga negara India dsn empat warga negara Indonesua sebagai tersangka dalam kasus mafia karantina kesehatan Covid-19.

Penetapa kasus mafia karantina, tersangka ini buntut pemerintah telah membuat kebijakan bahwa siapa saja yang melakukan perjalanan dari India ke Indonesia harus menjalani karantina selama 14 hari.

Total semua tersangka kasus mafia karantina 11 yang kita amankan, masih ada dua pengejaran, ada juga beberapa calo lain lagi yang membantu yang masih kita lakukan pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (28/4).

Pengungkapkan ini berawal dari adanya penerbangan carter dari Chenai, India ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada 21 April 2021 lalu. Dalam pesawat itu, ada 132 warga negara India yang tak melakukan proses karantina kesehatan saat masuk ke Indonesia.

Yusri menerangkan dari 11 orang tersangka ini, lima orang merupakan warga negara India yang baru datang dari sana, dua warga negara India dan empat orang warga negara Indonesia yang membantu meloloskan tanpa melalui proses karantina kesehatan.

Yusri menjelaskan ada rangkaian proses yang mesti dilalui oleh siapapun yang melakukan perjalanan dari India ke Indonesia.

Tahap pertama, yakni proses pemeriksaan setelah turun dari pesawat, pengisian dan pemeriksaan e-Hac, melakukan tes PCR, pemeriksaan oleh satgas, pengecekan imigrasi dan pengambilan barang.

Lalu, tahap kedua adalah penjemputan penumpang dari bandara menuju ke hotel rujuk untuk menjalani karantina. Tahap terakhir adalah karantina selama 14 hari di hotel.

“Yang terjadi adalah, tahap satu ini sudah lewat, didampingi oknum tersangka ini, ada beberapa orang yang membantu di sini, membantu untuk jadi calonya itu dengan bayaran beraneka ragam, ada Rp6 juta sampai Rp7,5 juta per orang. Bisa lolos tanpa masuk karantina, bisa langsung ke rumahnya atau apartemennya,” tutur Yusri.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 93 Jo Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dan atau Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus lolosnya penumpang pesawat asal India dari karantina kesehatan Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta. Para tersangka menurut polisi memiliki peran berbeda.

Tersangka JD merupakan WNI dari India yang pulang ke Indonesia. Dia diduga membayar Rp6,5 juta agar lolos dari proses karantina kesehatan pencegahan Covid-19.

Lalu, S dan RW diduga berperan membantu pengurusan segala dokumen yang dibutuhkan oleh JD. Terakhir, tersangka GC berperan memasukkan data JD ke hotel rujukan meski WNI itu tak pernah menjalani karantina di hotel tersebut.

Artikel sebelumyaHabiburokhman Wakil Ketua MKD DPR Benarkan KPK Geledah Ruang Kerja Azis Syamsuddin
Artikel berikutnyaPresiden Joko Widodo Hari Ini Kunjungi Keluarga Korban KRI Nanggala 402 Di Jawa Timur