Polresta Bogor Sebar Pasukan Pemburu Pemudik, Polisi : Kejar di Jalur Tikus Hingga Rumah Tujuan

394
Satgas kewaspadaan pemudik. Peluncuran dilakukan di halaman parkir Lotte Mart, jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor
Satgas kewaspadaan pemudik. Peluncuran dilakukan di halaman parkir Lotte Mart, jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor ft istw
BOGOR, banten.indeksnews.com- Polresta Bogor Kota mulai menyebar pasukan pemburu pemudik. Ini baru saja meluncurkan Satgas kewaspadaan pemudik. Peluncuran dilakukan di halaman parkir Lotte Mart, jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, pagi tadi.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pasukan pemburu pemudik ini bernama Satgas kewaspdaan pemudik dan pendatang. Belasan ribu personil dikerahkan. Mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan juga kecamatan.

Pemburu pemudik ini menyasar masyarakat yang nekat melakukan perjalanan menggunakan jalur-jalur tikus. “Jadi boleh saja mereka lewat jalan tikus dan sebagainya. Kalau sampai ke Bogor, maka Satgas kewaspadan akan melakukan penindakan saat sudah sampai rumah tujuan pemudik,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada media. Kamis (29/4/2021).

Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan kendaraan plat F juga tidak luput dari razia pemburu pemudik. ft istw
Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, kendaraan plat F juga tidak luput dari razia pemburu pemudik. ft istw

Susatyo menjelaskan, pendindakan pemudik ini dilakukan secara terukur dan berjenjang. Baik itu evakuasi maupun Rapid Test. “Upaya -upaya penyidikan secara hukum pidana,” tukasnya.

Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, kendaraan plat F juga tidak luput dari razia pemburu pemudik.

“Iya kendaraan plat F dengan ujung S sampai Z itu akan kami tindak,” tegasnya.

Susatyo menjelaskan, plat F tersebut merupakan dari Sukabumi dan Cianjur. Merujuk pada zonasi mudik Jabodetabek, kedua plat nomor itu tak dapat mudik ke Bogor.

Karena dari Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya itu dianggap mudik di luar zona. Pun dengan Cianjur ke Bogor atau sebaliknya.

“Ini yang harus dimengerti oleh semua masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten
Artikel sebelumyaPemkot Tangsel Buang Sampah Di TPA cilowong Mulai Juni 2021, Perhari 400 Ton
Artikel berikutnyaBabi Ngepet Di Bedahan Depok Hoax, ini Kronologinya