Abdul Rasyid Ketua DPRD Tangsel: Belajar Dari Penangkapan Munarman, Dorong Kesbangpol Tingkatkan Deteksi Dini Paham Menyimpang.

356
Abdul Rasyid Ketua DPRD Tangsel: Belajar Dari Penangkapan Munarman, Dorong Kesbangpol Tingkatkan Deteksi Dini Paham Menyimpang.
Abdul Rasyid Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan ft istw
TANGSEL, banten.indeknews.com– Abdul Rasyid Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk melakukan pengawasan deteksi dini terhadap paham-paham yang menyimpang di Kota Tangsel.

Hal itu dikatakan oleh Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid menyusul adanya penangkapan terduga terorisme di Pamulang pada beberapa hari yang lalu.

“Kesbangpol itu termasuk mata dan telinganya walikota, jadi saya kira berkaitan dengan misalkan fungsi pengawasan kita, dalam kontek kemitraan ya Kesbangpol yang menjadi mitra komisi 1,” kata Abdul Rasyid di Pamulang, Kamis 29/4/2021.
Ia menambahkan, evaluasi terkait program-program yang berkaitan dengan kerukanan dan sebagainya, termasuk Ormas, LSM dan sebagainya adanya di Kesbangpol.

“Jadi kesbangpol itu menjadi leading sektor untuk melakukan semacam pembinaan pegawasan hal-hal yang berkaitan dengan yang dimaksud,” ujarnya.

Rosyid meyakini bahwa Kesbangpol saat ini juga telah memberikan masukan-masukan yang baik kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel.

“Saya yakin bahwa Kesbangpol juga memberikan masukan-masukan yang baik lah ya kepada Walikota dan wakil walikota dalam hal ini untuk mengambil sebuah kebijakan seperti apa,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua III DPRD Kota Tangsel, Mustopa. Ia mengatakan, pihaknya sangat prihatin adanya aksi terorisme yang terjadi belakangan ini. Sebagai partai Islam, PKS menolak paham radikalisme dan mengutuk keras aksi terorisme.

“PKS sangat jelas-jelas menolak pemahaman radikalisme dan aksi terorisme yang terjadi saat ini,” katanya.

Untuk mencegah aksi radikalisme dan teroris, kata Mustopa, maka pemerintah harus menyiapkan dan melaksanakan langkah konkret pencegahanya, misalnya, perlunya menguatkan ketahanan keluarga dan sosial.

“Caranya dengan menjalin komunikasi yang baik. Maka, keluarga bisa menjadi benteng pertama menangkal paham radikalisme,” ungkapnya.

Agar keluarga dapat menjadi benteng pertama dari radikalisme, sambungnya, kualitas hubungan dalam keluarga menjadi sangat penting. Kualitas hubungan dapat dijaga dengan memelihara interaksi yang baik

“Maka nya kenapa PKS mengusulkan agar dibuat Perda ketahanan Keluarga, supaya interaksi keluarga dan interaksi sosial warga dengan tetangga harus diperkuat dalam konsep ketahanan sosial masyarakat,” ujarnya.

Mustopa mengatakan, untuk Kesbangpol perlu diperkuat. Karena menurutnya, Kesbangpol merupakan kunci stabilitas daerah dan nasional.

“Saya harap Kesbangpol itu diperkuat. Kesbangpol juga harus turut mencermati dinamika dan perkembangan yang ada, serta turut andil dalam menghadapi tantangan bangsa. Ini semua bukan tugas Kesbangpol saja tapi tugas kita bersama,” ungkapnya.

Artikel sebelumyaHendardi SETARA Institute: Lebel baru KKB Papua sebagai Teroris, Anggap Pemerintah cari jalan pintas atasi konflik
Artikel berikutnyaPilar Saga Ichsan Wakil Walikota Tangsel Mohon Maaf Jika Ada Undangan Yang Terlewat Dalam Silaturahmi Ini