Kawah Sileri, Kompleks G. Dieng Jawa Tengah, Lontarkan Batu dan Lumpur

211
Kawah Sileri, Kompleks G. Dieng Jawa Tengah, Lontarkan Batu dan Lumpur
Kawah Sileri Terjadi erupsi freatik di G.Dieng di Banjarnegara Jawa Tengah ft istw
JAWA TENGAH, banten.indeksnews.com- Kawah Sileri Terjadi erupsi freatik di G.Dieng di Banjarnegara Jawa Tengah, 29 Apr 2021 pukul 18:25, menghasilkan lontaran material batu dan lumpur sejauh 400 m ke arah selatan.

G. Dieng adalah kompleks gunungapi dengan aktivitas vulkanik tersebar pada 16 kawah. Saat ini pemantauan dilakukan pada 2 (dua) kawah utama yang paling aktif, yaitu Kawah Sileri dan Kawah Timbang. Aktivitas vulkanik kompleks G. Dieng diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada 1 April 2018.

Mengingat sifat dan karakter erupsi G. Dieng, saat ini potensi erupsi freatik masih bisa terjadi dengan tidak didahului oleh peningkatan aktivitas visual atau pun kegempaan. Potensi ancaman bahaya berupa semburan material batuan dan lumpur di sekitar kawah. Aktivitas vulkanik G. Dieng, khususnya Kawah Sileri pasca erupsi freatik, baik secara visual maupun instrumental tidak teramati adanya gejala perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya. Sebaran material erupsi tanggal 29 April 2021 masih pada radius Kawasan Rawan Bencana yang direkomendasikan.

Petugas pos pemantau gunung berapi Dieng. ft istw
Petugas pos pemantau gunung berapi Dieng. ft istw

Untuk saat ini dihimbau untuk tidak memasuki area kawah Sileri dengan radius 500 meter dari bibir kawah Sileri. Tingkat aktivitas G. Dieng adalah Level I (Normal).

Dalam Press Release banten.indeksnews.com terima Dalam tingkat aktivitas Level I (Normal) agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada radius 500 m dari bibir kawah, serta tidak beraktivitas di sekitar Kawah Timbang untuk menghindari ancaman gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa.

Warga dimohon unutuk tetap tenang dan himbauan untuk radius 500m dari bibir kawah sementara ditutup. Korban jiwa nihil, 1 pengendara sepeda motor dan 1 mobil terkena luapan lumpur.

BACA JUGA:  Gubernur Banten: Mendirikan Rumah Sakit Harus Didukung Oleh Tenaga Kesehatan Yang Mencukupi

“Untuk sementara jalan Banjarnegara-Batang ditutup. Karena banyak material bebatuan yang dapat membahayakan pengendara. Ada bebatuan sebesar kepalan orang dewasa ini kan bahaya bagi pengendara,” ungkap Kapolsek Batur AKP Agung Setyawan , Kamis (29/4/2021).

Ia mengatakan, penutupan jalan akan dilakukan sambil menunggu kondisi dan koordinasi dengan BPBD Banjarnegara serta pos pemantau gunung berapi Dieng.

“Kalau sampai kapan, kami masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait seperti pos pemantau gunung berapi Dieng dan BPBD Banjarnegara,” ujarnya.

Sementara, bagi pengendara dari Banjarnegara menuju Batang bisa melalui Batur menuju Gerlang kemudian Batang.

“Kalau ke Desa Kepakisan sekitar 1 kilometer dan ke Dusun Bitingan 1,5 kilometer kurang lebih. Jadi cukup jauh. Dari pengalaman erupsi tahun 2018 dan 2017 juga tidak sampai ke pemukiman warga. Jadi kami imbau warga tetap tenang,” demikian imbauannya.

Artikel sebelumyaOknum PNS Dishub DKI Diciduk Polisi Di Aceh , Jadi Makelar Sabu
Artikel berikutnyaSekali Sidang Aura Kasih Langsung Dapat Putusan Jadi Janda