Bukit Algoritma Bagian Kawasan Ekonomi Khusus KEK Cikidang

234
Bukit Algoritma Bagian Kawasan Ekonomi Khusus KEK Cikidang
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menerima kunjungan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko ke Pendopo ft istw
SUKABUMI,banten.indeksnews.com– Bukit Algoritma lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang .Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menerima kunjungan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko ke Pendopo, Jumat (30/4/2021). Kunjungan tersebut untuk berkoordinasi mengenai dua kawasan tersebut diatas.

H. Iyos mengatakan, Bukit Algoritma merupakan investasi di dalam KEK. Di mana, investornya rekanan dari Budiman Sudjatmiko. Sehingga, Bukit Algoritma masih dalam koridor KEK. “Setelah berdiskusi dan meminta kejelasan (Dari Budiman Sudjatmiko), Bukit itu masih dalam koridor KEK. Kalau diluar koridor KEK, harus membuat perizinan baru,” ujarnya.

Menurutnya, status KEK Cikidang masih dalam proses. Sebab, menanti kepastian investor makanya pembicaraan intensip tentang KEK dan Bukit Algoritma akan terus berkoordinasi . “Sekarang, investornya lewat Pak Budiman Sudjatmiko. Semoga saja bisa mempercepat status KEK,” ucapnya.

Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menerima kunjungan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko ke Pendopo ft 2
Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menerima kunjungan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko ke Pendopo ft 2

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung pembangunan Algoritma. Hal itu selama dalam koridor KEK. Sebab investasi besar ini, multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat. “Langkah selanjutnya, kita akan berkoordinasi dengan pusat dan Provinsi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Iyos meminta prioritas pekerja di Algoritma ialah masyarakat daerah. Hal itu tentu saja dengan memprioritaskan kompetensinya. “Utamakan pekerja lokal dengan kapasitas dan kemampuannya,” terangnya.

Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko mengatakan, Algoritma merupakan realisasi usulan KEK oleh Pemkab Sukabumi dan Pemprov Jabar. Oleh karena itu, kedatangan ke Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan berbagai perkembangannya. “Algoritma itu melanjutkan KEK lalu, bukan dari nol. Kita datang bukan untuk mengubah, namun merealisasikan apa yang telah direncanakan,” bebernya.

Menurutnya, di tiga tahun awal akan dibangun infrastruktur senilai 1 miliar euro. Di mana, investor yang sudah berminat dari Kanada. “Ada juga sejumlah perguruan tinggi luar negeri yang berminat membuat lembaga research di kawasan Algoritma,” terangnya.

BACA JUGA:  Penjelasan Bupati Cianjur Herman Suherman, Saat Daerahnya Masuk Zona Merah Untuk Pertama kalinya

Kordinasi kali ini, menurutnya baru dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya akan dilaksanakan juga bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Sekarang dengan Sukabumi dulu,” pungkasnya.

Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri menerima kunjungan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko ke Pendopo, Jumat (30/4/2021). Kunjungan tersebut untuk berkoordinasi mengenai lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang dan  Algoritma.

H. Iyos mengatakan, Algoritma merupakan investasi di dalam KEK. Di mana, investornya rekanan dari Budiman Sudjatmiko. Sehingga, Algoritma masih dalam koridor KEK. “Setelah berdiskusi dan meminta kejelasan (Dari Budiman Sudjatmiko),  Algoritma masih dalam koridor KEK. Kalau diluar koridor KEK, harus membuat perizinan baru,” ujarnya.

Menurutnya, status KEK Cikidang masih dalam proses. Sebab, menanti kepastian investor. “Sekarang, investornya lewat Pak Budiman Sudjatmiko. Semoga saja bisa memercepat status KEK,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung pembangunan Algoritma. Hal itu selama dalam koridor KEK. Sebab investasi besar ini, multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat. “Langkah selanjutnya, kita akan berkoordinasi dengan pusat dan Provinsi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Iyos meminta prioritas pekerja di  Algoritma ialah masyarakat daerah. Hal itu tentu saja dengan memprioritaskan kompetensinya. “Utamakan pekerja lokal dengan kapasitas dan kemampuannya,” terangnya.

Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko mengatakan, Algoritma merupakan realisasi usulan KEK oleh Pemkab Sukabumi dan Pemprov Jabar. Oleh karena itu, kedatangan ke Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan berbagai perkembangannya. “Algoritma itu melanjutkan KEK lalu, bukan dari nol. Kita datang bukan untuk mengubah, namun merealisasikan apa yang telah direncanakan,” bebernya.

Menurutnya, di tiga tahun awal akan dibangun infrastruktur senilai 1 miliar euro. Di mana, investor yang sudah berminat dari Kanada. “Ada juga sejumlah perguruan tinggi luar negeri yang berminat membuat lembaga research di kawasan Algoritma,” terangnya.

BACA JUGA:  PHRI Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat minta pemerintah beri bantuan dan relaksasi izin

Kordinasi kali ini, menurutnya baru dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya akan dilaksanakan juga bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Sekarang dengan Sukabumi dulu,” pungkasnya.

Artikel sebelumyaUu Ruzhanul Ulum Wagub Jabar Resmikan Tugu Desa Perbatasan Jabar – Banten
Artikel berikutnyaTonni Saritua Purba ketua bidang pertanian DPN SOKSI: UU No 41 Tahun 2009, Keberadaannya Sangat Penting Untuk Melindungi Lahan Pertanian Pangan