Bikin Kerumunan hingga Abai Prokes, Satgas COVID-19, Petugas Gabungan Bakal Atur Pengunjung Pasar di Tanah Abang.

256
Bikin Kerumunan hingga Abai Prokes, Satgas COVID-19, Petugas Gabungan Bakal Atur Pengunjung Pasar di Tanah Abang.
KRUMUNAN DI PASAR TANAH ABANG ft ISTW
JAKARTA,banten.indeknews.com – Bikin kerumunan di Pasar Tang Abang. Sebuah video yang menunjukkan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dipadati pengunjung viral di media sosial. Dalam video ini, tampak para pengunjung berdesakan tanpa mengikuti protokol kesehatan.

Mengantisipasi masyarakat bikin kerumunan kembali , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian melakukan respon cepat dengan berkoordinasi dengan tiap pimpinan Perumda Pasar Jaya. Tindakan ini bertujuan agar pengelola pasar, tak terkecuali Pasar Tanah Abang, dapat mengetatkan pengawasan sehingga laju kasus aktif COVID-19 bisa dikendalikan secara sistematis.

Pengawasan ini nantinya akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) COVID-19. Hal ini bertujuan agar aktivitas roda perekonomian tetap berjalan tapi pengunjung dapat tetap mematuhi protokol kesehatan dan jangan bikin kerumunan kembali .

“Kami akan mengantisipasi segala potensi terjadinya lonjakan kasus aktif, seperti kegiatan di setiap pasar menjelang lebaran, Idulfitri. Mulai hari ini hingga seterusnya, kami akan menempatkan satgas COVID-19 untuk mengatur pengunjung dan menertibkan pelanggar protokol kesehatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Minggu, 2 Mei.

Selain itu, bagi siapapun yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dipastikan tidak akan boleh memasuki area pasar.

“Intinya, setiap pengunjung dilarang memasuki area pasar jika tidak mengenakan masker,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi pengawasan, serta mengatur kembali berbagai langkah dalam menertibkan pengunjung di setiap pasar, khususnya Pasar Tanah Abang.

“Kita akan bergerak cepat, dan tidak ada tawar-menawar terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Kita tegaskan bahwa tidak ada pelarangan untuk berbelanja di pasar. Kita hanya akan mengatur kembali skema pengawasan, agar tidak terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru di area pasar,” Arief Nasrudin.

BACA JUGA:  JOKOWI AKAN MEMIMPIN G20.

Ia juga menegaskan akan mengatur teknis pengawasan terkait jumlah petugas yang akan ditempatkan di setiap pasar. Hal ini dilakukan supaya tidak ada celah dan peluang terjadinya pelanggar protokol kesehatan, karena DKI Jakarta sedang berjuang menekan angka penyebaran COVID-19 tersebut.

“Kita menegaskan bahwa zero tolerance bagi pedagang dan pengunjung yang melanggar aturan prokes saat memasuki pasar. Ini tidak hanya di Tanah Abang, tapi di seluruh pasar akan kita tindak bagi yang melanggar,” pungkasnya.

Aparat gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP DKI Jakarta akan membangun pos pengamanan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pos pengamanan aparat gabungan ini mulai beroperasi pada Minggu (2/5/2021). Tujuannya mencegah kerumunan masyarakat yang ingin berbelanja di Pasar Tanah Abang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan pendirian pos pengamanan ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai adanya kerumunan di Pasar Tanah Abang.

Menurut Yusri nantinya di pos pengamanan aparat gabungan akan menyediakan masker dan melakukan patroli bersama untuk menghindari kerumunan masyarakat yang ingin berbelanja.

“Kita akan melakukan pendisiplinan masyarakat untuk taat aturan 5M jangan sampai terjadi kerumunan lagi di sana,” ujar Yusri, Sabtu (1/5/2021).

Yusri menambahka langkah terakhir yang diambil petugas untuk mencegah terjadinya kerumunan di lokasi adalah dengan memprioritaskan masyarakat pembeli dengan kuota grosiran di lokasi tersebut.

Kita akan mengatur skala prioritas belanja untuk Pasar Grosir Tanah Abang bagi pengunjung yang beli grosiran yang biasanya pembelanja antarkota. Lalu yang pembelanja untuk pribadi kita urai di pasar khusus yang bukan jual grosiran,” ujarnya.

Yusri juga meminta masyarakat yang berbelanja di Pasar Tanah Abang tetap menaati protokol kesehatan. Perputaran roda ekonomi di lokasi dan penerapan protokol kesehatan harus tetap berjalan seiringan.

BACA JUGA:  Menlu Retno: RI Terus Suarakan Isu Keseteraan Vaksin Covid 19

“Kita tetap tekankan, kita imbau ke masyarakat yang belanja di sana untuk taat aturan protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, dan tidak berkerumun harus selalu diterapkan,” ujar Yusri.

Meski sebagian masyarakat Indonesia telah divaksin, Yusri menyebut penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan.

Yusri mengingatkan kondisi pandemi virus corona di Indonesia belum berakhir saat ini hingga disiplin protokol kesehatan harus tetap dilakukan masyarakat.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir, vaksin bukan jaminan mutlak kita tidak tertular. Silakan beraktivitas, tapi tetap disiplin prokes, karena disiplin juga adalah vaksin,” ujarnya.

Artikel sebelumyaSatgas Covid-19 Keluarkan SE Pengetatan dan Larangan Mudik, Ini Aturan Yang Harus di Perhatikan
Artikel berikutnyaBelasan Desa Di Pandeglang Terindikasi Mark Up, Dan Mendapatkan kartu kuning oleh Inspektorat.