Industri Perikanan Melesu, Dompet Dhuafa Bersama Kelompok Tani Darul Arqam, Panen 4.000 Kilo Ikan Nila Secara Perdana

51
Perikanan
Foto Dok/Dompet Dhuafa.
JAWA BARAT,banten.indeksnews.com- Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia lebih dari setahun lalu, sangat berdampak besar pada lesunya industri perikanan di beberapa wilayah secara nasional. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya serapan pasokan ikan dari nelayan dan pembudidaya, kepada pembeli.

Dengan begitu, terjadilah penumpukan hasil produksi dan penurunan mutu ikan yang tidak tertangani dengan baik. Guna mendukung program ketahanan pangan berbasis desa atau masyarakat, termasuk di dalamnya para petani industri perikanan tambak, Dompet Dhuafa bersama Kelompok Tani Darul Arqam menggelar panen perdana, Minggu (02/05/21) kemarin.

Penen perdana ikan tersebut, sekaligus pengembangan industri perikanan di lahan budidaya ikan tawar jenis Nila di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Pengembangan pemberdayaan ekonomi dengan pendekatan dakwah, budaya dan pelayanan masyarakat bersinergi untuk membangun ketahanan pangan. Maka, di masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat harus survive. Dengan harapan dapat bertumbuh penerima manfaat yang dalam hal ini para petani ikan,” kata Ahmad Shonhaji, Direktur Dakwah Budaya dan Pengembangan Masyarakat Dompet Dhuafa.

Ahmad Shonhaji yang juga menjabat Ketua Satgas Gugus Tugas Covid-19 Dompet Dhuafa, menambahkan bahwa dana zakat produktif yang diamanahkan oleh para donatur dapat tepat guna.

“Kita harapkan dari ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ungkap Ahmad Shonhaji.

Budidaya perikanan ini, Ahmad menilai akan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan. Karena ikan yang memiliki sumber protein, makin digemari masyarakat semua kalangan.

“Pasca pandemi, pasokan supplies raw material berpotensi terhadap penurunan produksi di perdesaan. Sehingga ketahanan pangan menjadi terganggu,” jelas Ahmad.

“Semoga apa yang disupport dana zakat produktif dari para donatur Dompet dhuafa Bukan berdampak pada aspek ekonomi dan sosial saja. Tapi dapat berdampak pada spiritual penerima manfaat,” tambah Ahmad.

BACA JUGA:  Pantai Selatan Palabuanratu Dipenuhi Wisatawan Lokal, Sejumlah Titik Minim Rambu-rambu Larangan

Dompet Dhuafa terus menstimulan daerah di Indonesia untuk inovasi dengan berbagai program rancangan. Mulai dari pembagian bantuan sosial hingga program bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan aplikasi program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC).

“Dompet Dhuafa hadir bersama kelompok tani memberikan sarana dan prasarana penunjang, serta pendampingan akibat wabah covid-19 dengan tujuan pemberdayaan dan kemandirian keluarga,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Darul Arqam, Kusein, mengucapkan terima kasih, kepada para donatur Dompet Dhuafa yang sudah banyak dalam mewujudkan impian para petani ikan di wilayahnya untuk menjadi wirausaha di bidang ternak ikan air tawar.

“Semoga donatur Dompet Dhuafa semakin sukses,” ucap Kusein.

Kusein mengungkapkan, budidaya ikan nila pada lahan tambak seluas 12×20 meter yang menghasilkan sekitar 4.000 kg ikan nila. Pengembangan lahan budidaya ikan nila akan berpotensi menghasilkan panen sekitar 2.000-3.000 kg di setiap bulan.

“Pertambak agar percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak masuk ke jurang resesi akibat pertumbuhan ekonomi minus,” tandas Kusein.

Sekilas tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 27 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.**