Polisi Temukan Perempuan Pengirim Sate Beracun, Targetnya Ternyata Penyidik Senior Motif Sakit Hati

215
Polisi Temukan Perempuan Pengirim Sate Beracun, Targetnya Ternyata Penyidik Senior Motif Sakit Hati
Diamankan NA (25), warga Majalengka ft istw
BANTUL banten.indeknews.com- Polisi ungkap pengirim sate. Tepat sepekan sejak meninggalnya Naba Faiz Prasetya usai menyantap sate yang dibawa ayahnya, polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas dari seorang perempuan yang meminta Bandiman (ayah NFP) untuk mengirimkan sate kepada seorang pria bernama Tomy.

Polisi mengaku sudah menemukan ciri ciri perempuan yang mengirimkan sate dicampur racun yang sedianya ditargetkan untuk Tomy.

Namun akhirnya salah sasaran sehingga anak pengemudi ojek online bernama Naba Faiz Prasetya meninggal dunia. Identitas Tomy sebagai target paket sate dicampur racun juga pada akhirnya terungkap. Dia adalah anggota polisi yang bertugas sebagai penyidik senior di Polresta Yogyakarta.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi membenarkan perempuan disebut saksi mengirimkan paket sate beracun sudah diamankan. “Tunggu besok ya (Hari ini). Iya sesuai dengan yang disampaikan oleh Bandiman (ciri-ciri pengirim paket), “katanya singkat, Minggu (2/5/2021).

Pengakuan Bandiman pengemudi ojek online yang anak jadi korban, perempuan muda yang meminta mengirimkan paket sate berciri-ciri masih muda, berkulit putih, dengan tinggi sekitar 160 cm dan mengenakan baju berwarna krem.

AKP Ngadi untuk sementara masih merahasiakan dimana perempuan misterius tersebut diamankan. “Ya tunggu besok,” sambungnya.

Kendati demikian ia memastikan identitas perempuan tersebut sudah dikantongi. Pihaknya pun akan segera menyelenggarakan konferensi pers terkait kasus sate beracun tersebut. “Akan kami sampaikan besok (konferensi pers),” ujarnya.

Apalagi, sasaran yang dituju oleh pelaku adalah seorang penyidik senior di Satreskrim Polresta Yogyakarta berinisial T. T pernah mendapatkan penghargaan dari Polda DIY pada 2017 silam sebagai penyidik terbaik.

Timbul membenarkan adanya informasi tersebut dan menegaskan bahwa T memang penyidik senior dengan kinerja yang baik. “Ya karena sudah senior direskrim Polresta, artinya memang bisa bekerja,” terang dia.

BACA JUGA:  Ibu Kandung Wartawan disiram Air Keras di Medan, Minta Tangkap Otak dan Dalangnya

Namun demikian, Timbul belum memastikan sudah berapa lama T bertugas sebagai penyidik di Satreskrim Polresta Yogyakarta. “Kalau itu belum tahu pasti, yang jelas dia sudah senior,” tegasnya.

Menurut Timbul, selama mengabdi di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta, T dikenal ramah dan baik kepada siapa pun. Ia cukup terkejut lantaran ada seseorang yang mengirim paket sate beracun ke rumahnya, yang pada akhirnya justru salah sasaran dan menelan korban bocah berusia 8 tahun.

“Dia dikenal ramah, dan biasa-biasa saja dengan rekan-rekan di Polresta. Kalau untuk alasan mengapa dikirimi sate beracun ya itu kewenangan penyidik yang menangani,” katanya.

Rilis terbaru Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengamankan seorang perempuan terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Minggu (25/4/2021).

Naba menyantap sate yang dibawa ayahnya Bandiman, seorang pengemudi ojek daring.

Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan selama empat hari, polisi akhirnya mengamankan terduga pelaku pengiriman sate.

“Diamankan NA (25), warga Majalengka, Jumat (30/4/2021),” kata Burkan di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomy, laki-laki yang seharusnya menerima sate itu.

Sebelumnya, Bandiman menerima order secara luring dari seorang perempuan di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta, pada Minggu (25/4/2021). Bandiman dan perempuan misterius itu pun bertransaksi terkait tarif jasanya mengantarkan makanan.

Saat itu disepakati tarifnya Rp 25.000, tetapi perempuan itu membayar ongkos Rp 30.000. Dirinya pun menerima pesan bahwa makanan itu dari Pak Hamid di Pakualaman untuk paket takjil. Menggunakan sepeda motornya, Bandiman pun berangkat ke alamat yang dituju.

“Sampai sana sepi dan saya telepon Pak Tomi. Saya bilang dari Gojek, ini ada paket takjil dari Pak Hamid di Pakualaman. Nah, Pak Tomi bilang saya tidak merasa punya teman yang namanya Hamid (asal) Pakualaman. Apalagi sahabat apa saudara tidak punya, lalu saya telepon ibunya (istri Tomi) dan ternyata juga tidak kenal,” ucap Bandiman.

BACA JUGA:  Polda Sumsel Dapat Hibah 2 Triliun Dari Pengusaha asal Aceh untuk Penanganan Covid-19

Setelah sampai di rumah, sate itu dimakan oleh keluarganya. Naba dan istrinya mengalami mual dan dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta. Namun, Naba tidak bisa tertolong sesaat sesudah ditangani secara medis.

Artikel sebelumyaBudiman Sudjatmiko: Ini Beda, Bukit Alogritma dengan Ide Silicon Valley Indonesia Lainnya
Artikel berikutnyaWanita Pengirim Takjil Beracun Tewaskan Bocah di Bantul Ditangkap Polisi