Sate Maut Bantul, Dendam Sang Mantan Cinta ditolak

316
Sate Maut Bantul, Dendam Sang Mantan Cinta ditolak
Nani Aprilia Nurjaman Inisial NA 25 th Tersangka sate Maut Awal Ft istw
BANTUL, banten.indeksnews.com – Sate Maut Bantul dan inilah babak intinya. Apapun alasannya adek NABA sudah tiada. Dan perbuatannya sudah melampaui batas. Semoga mendapatkan hukuman yg setimpal untuk tersangka.

Pelaku Sate Maut Bantul Nani Aprilia Nurjaman Inisial NA 25 th alamat Majalengka. Jenis racun kalium sianida. Motif sakit hati karena ditinggal menikah oleh target inisial T.

Niatnya awal Sate Maut Bantul mengincar nyawa Aiptu Tomi, pengirim sate beracun sianida justru tewaskan anak driver ojol.

Nani Aprilia Nurjaman Inisial NA 25 th Ft istw
Nani Aprilia Nurjaman Inisial NA 25 th Ft istw

Target utama pengirim sate beracun sianida ternyata bukanlah orang sembarangan.

Sasaran utama pengirim sate sianida tak lain adalah Aiptu Tomi, penyidik senior di Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Yogyakarta.

Lantas siapakah Aiptu Tomi hingga menjadi target ancaman sang pengirim sate sianida?

1. Penyidik senior Satreskrim Polresta Yogyakarta

Tomi adalah anggota Kepolisian di bagian Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta.

Aiptu Tomi menjadi penyidik senior di Reskrim Polresta Yogyakarta.
Informasi itu dibenarkan oleh Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja , Minggu (2/5/2021).

Ia menjelaskan, T berpangkat Aiptu dan kini masih berstatus sebagai penyidik senior di Satreskrim Polresta Yogyakarta.

“Betul, yang bersangkutan adalah penyidik senior di Reskrim Polresta Yogyakarta, pangkatnya Aiptu,” jelasnya.

2. Tangani ratusan kasus kriminal

Timbul mengatakan ratusan kasus kriminal pernah ditangani.

Saat ditanya terkait kasus kriminal paling krusial yang pernah ditangani oleh T, Timbul belum memastikan lebih lanjut.

“Belum tahu pasti kalau itu, banyak ya,” kata Timbul
3. Dapat penghargaan

T pernah mendapatkan penghargaan dari Polda DIY pada 2017 silam sebagai penyidik terbaik.

Timbul pun membenarkan adanya informasi tersebut dan menegaskan bahwa T memang penyidik senior dengan kinerja yang baik.

BACA JUGA:  KPK Terus Selidiki Dugaan Korupsi pengadaan tanah di Munjul Pondok Ranggon, Kapan Gubernur DKI Dimintai Keterangan?

“Ya karena sudah senior di reskrim Polresta, artinya memang bisa bekerja,” terang dia.
Namun demikian, Timbul belum memastikam sudah berapa lama T bertugas sebagai penyidik di Satreskrim Polresta Yogyakarta.

“Kalau itu belum tahu pasti, yang jelas dia sudah senior,” tegasnya.
4. Ramah

Menurut Timbul, selama mengabdi di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta, T dikenal ramah dan baik kepada siapa pun.

Ia cukup terkejut lantaran ada seseorang yang mengirim paket sate beracun ke rumahnya, yang pada akhirnya justru salah sasaran dan menelan korban bocahberusia 10 tahun bernama Naba Faiz Prasetya, Warga Bangunharjo, Sewon, Bantul.

“Dia dikenal ramah, dan biasa-biasa saja dengan rekan-rekan di Polresta.

“Kalau untuk alasan mengapa dikirimi sate beracun ya itu kewenangan penyidik yang menangani,” pungkasnya.

Sementara itu kini wanita pengirim sate sianida tersebut akhirnya berhasil ditangkap polisi. Kalium sianida merupakan jenis racun yang mematikan. Racun ini digunakan oleh tersangka kasus takjil maut yang menewaskan seorang bocah anak ojol di Bantul.

Terkuak wanita misterius pengirim sate beracun sianida yang tewaskan anak driver ojol di Bantul ternyata berinisial NA.

Pengirim sate sianida ini merupakan warga Majalengka. NA mengaku sakit hati kepada Tomi, pria yang seharusnya menerima sate itu.

Penampakan wajah perempuan yang mngirimkan sate beracun kepada Naba Faiz Prasetya (10), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Tersangka bernama Apriliani Nurjaman (25) alias Tika. Alamat KTP Desa Buniwangi, kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat.

NANI APRILIA NURJAMAN alias TIKA
25 tahun profesi karyawan salon Warga Majalengka Jawa barat

Tika menggunakan racun sianida yang telah dipersiapkan 3 bulan sebelumnya. Dipesan pelaku dari e-commerce .Karena itu polisi menetapkan kasus ini sebagai pembunuhan berencana. NA terancam hukuman mati.

BACA JUGA:  Penjelasan Bupati Cianjur Herman Suherman, Saat Daerahnya Masuk Zona Merah Untuk Pertama kalinya

“Maka dari itu peristiwa ini kita kenakan Pasal 340 atau pembunuhan berencana hukuman bisa seumur hidup, hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria di Polres Bantul, Senin (3/5).

NA yang jadi tersangka diamankan polisi di rumahnya daerah Potorono, kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul .
Lantas apa motif NA mengirimkan paket sate maut yang ditaburi racun itu?

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria mengungkapkan tersangka masih banyak diam saat pemeriksaan.

Namun soal motif rencana pembunuhan, Direskrimum menyebut tersangka merasa sakit hati oleh Tomy, sosok asli yang seharusnya menerima sate.

Menurut pengakuan, tersangka dan Tomy menjalin hubungan.
Namun diakhir cerita, tersangka sakit hati karena Tomy menikah dengan perempuan lain.

Artikel sebelumyaWanita Pengirim Takjil Beracun Tewaskan Bocah di Bantul Ditangkap Polisi
Artikel berikutnyaDua Narsum Secara Bersamaan Tarik Diri Sebagai Pemateri Pada Webinar Pasar Dubai UMKM Go Global, Diduga Ada Pihak Yang Mengintervensi