Viral! Video Oknum Wartawan Acak-Acak Kantor Desa Cikondang di Tasikmalaya

114
JAWA BARAT, Banten.indeksnews.com-Video viral di media sosial tayangan rekaman CCTV yang menampilkan seorang mengamuk di Kantor Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (03/05/21) lalu.

Dari hasil penelusuran video yang bikin garam warga netizen maupun melalui aplikasi grup WhatsApp. Diketahui orang yang jadi aktor dalam video viral tersebut, merupakan oknum wartawan.

Dalam durasi rekaman video tersebut, terlihat suasana ruang pelayanan Desa Cikondang begitu tidak ada ketegangan. Akan tetapi berbeda detik kemudian, orang yang duduk di sofa ruang pelayanan, orang yang diduga wartawan berdiri dan mengamuk dengan cara memukul meja serta melempar barang yang berada di meja pelayanan.

Bahkan dalam durasi detik akhir rekaman itu, terlihat sejumlah botol handsanitizer yang disiapkan di atas meja pelayanan ikut jadi sasaran kemarahan oknum wartawan tersebut tersebut.

Staf Desa Cikondang, Dede Abdulah membenarkan bahwa video viral itu terjadi di Kantor Desa Cikondang. Menurut Dede, peristiwa tersebut berawal saat ada oknum wartawan tersebut datang dengan baik-baik ke kantornya.

Kedatangan oknum wartawan disambut baik dan sempat menanyakan keberadaan kepala desa. Lantaran kepala desa sedang dinas di luar, oknum wartawan tersebut menanyakan perihal realisasi pendistribusian dana desa (DD).

“Ketika orang tersebut berdiri dan langsung memukul-mukul meja serta barang yang ada. Setelah itu keluar bersama temannya,” kata Dede, Rabu (05/05/2I)

Tak terima dengan kejadian tersebut, pihak desa langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cineam dengan barang bukti rekaman CCTV serta keterangan dari beberapa saksi.

“Saat itu juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian,” tandas dia.

Kapolsek Cineam, Polres Tasikmalaya Kota, AKP Semiyono turut membenarkan, prihal kejadian kisruh video viral tersebut terjadi di Kantor Desa Cineam, Tasikmalaya.

“Benar telah terjadi oknum wartawan yang merusak dan mengamuk di Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,” kata Semiyono.

Menurut Semiyono, pria itu mengaku sebagai wartawan dari salah satu media online lokal. Namun, oknum wartawan itu tidak memakai tanda pengenal.

“Awalnya sang oknum wartawan tersebut datang baik-baik dan menanyakan kepala desa yang kebetulan sedang dinas luar,” ujar Semiyono.

Semiyono mengatakan, pria itu kemudian menanyakan ke petugas desa soal sebuah kasus yang diduga terkait dengan pertambangan di Tasikmalaya. Tak jelas apa yang dijawab oleh petugas desa itu, sehingga membuat oknum wartawan itu mengamuk. Polisi masih mendalami kasus ini.

“Kita sudah terima laporan dan dengan memberikan bukti rekaman CCTV beserta dengan para saksi yang ada saat kejadian tersebut,” ujar Semiyono.

Menanggapi viralnya video di media sosial terkait adanya pria yang mengaku wartawan. Mengamuk di Desa Cikondang Kecamatan Cineam, tidak mencerminkan prilaku seorang jurnalis atau wartawan. Karena wartawan bekerja dengan mengedepankan cara yang baik.

Dikatakan Deden Rahadian selaku Ketua Pokja Polreskab Tasikmalaya kepada wartawan melalui pesan Whatsappnya. Selasa (04/05/2021)

“wartawan bekerja harus mengedepankan cara-cara yang baik, hadapi narasumber yang sopan, santun dan tidak melakukan intimidasi dan kekerasan.”kata Jurnalis Transmedia.

Lanjutnya, meskipun terkadang narasumber tidak mau di wawancarai itu adalah hak mereka, kita harus memahami bahwa mereka juga berhak diam.

“Kita harus wajib menghormati itu, bukan kita berbuat yang kurang baik. Saya secara pribadi sebagai seorang Jurnalis dengan tugas yang mulia. kita harus berprilaku mulia dengan baik dalam laksanakan tugas-tugas peliputan.”tuturnya

Kendati demikian, tentu seorang Jurnalis harus memegang teguh kode etik jurnalistik. Dengan kejadian ini, semoga tidak terulang kembali.

“Saya minta kepada semua instansi dari mulai dari Desa sampai tingkat Kabupaten. Untuk tidak menjadikan wartawan sebagai sosok yang menakutkan, kami tentu bekerja sesuai kode etik. kami itu ditugaskan untuk, mencari informasi yang sesuai fakta, yang akan kami sampaikan lagi kepada publik.”tuturnya

Sepanjang sejauh mana seorang wartawan atau Jurnalis tersebut tidak melakukan tindakan diluar hukum, sepanjang kondusif dalam membawa marwah tugas Jurnalistik, selalu disambut dan dilayani dengan baik dan koperatif.

“Kami minta untuk kepentingan kebutuhan narasumber, selayaknya ada yang bisa disampaikan tentang sesuatu hal yang akan disampaikan ke Publik,” pungkasnya.**