2 Hari Larangan Mudik Lebaran 2021, Jawa Barat Putar Balik 22 Ribu Kendaraan

90
Larangan Mudik
Kepsen Foto : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di dampingi pihak Kepolisian, TNI dan Jajaran Pemprov.
JAWA BARAT-banten.indeksnews.com- Dalam dua hari Larangan Mudik Lebaran 2021 yang berlangsung pada 6-17 Mei 2021 di wilayah Provinsi Jawa Barat, petugas gabungan kabupaten dan kota berhasil memutar balik 22 ribu kendaraan untuk kembali ke kota asal.

Selain itu, dua hari Larangan Mudik petugas gabungan mencatat sudah memeriksa 64.000 kendaraan di 158 titik penyekatan seperti batas kota, gerbang tol, dan jalan-jalan tikus yang berhasil dihalau.

“Sudah 22 ribu (kendaraan) diputarbalikkan karena ketahuan curi-curi mudik, sejak dua hari Larangan Mudik diberlakukan,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Makodam III Siliwangi di Bandung, Jumat, (07/05/21).

Ridwan Kamil menyebutkan, proses larangan mudik dilakukan sangat dinamis, imbas adanya pemberitaan terjadinya penumpukan di berbagai daerah tujuan mudik.

“Hikmahnya hari ini lalu lintas lebih lengang. Karena pemberitaan terjadinya dinamika luar biasa kemarin membuat yang mau mudik mengurungkan niat,” tutur Ridwan Kamil.

Sementara itu, terkait mudik lokal atau aglomerasi, Kang Emil sapaan Ridwan Kamil menuturkan, hanya mengizinkan kegiatan produktivitas logistik kebutuhan pokok.

“Sudah diputuskan aglomerasi itu diizinkan hanya kegiatan produktivitas, orang tinggal di Cimahi kerja di Bandung tidak akan dirazia, tidak akan disekat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mudik,” kata Kang Emil.

Untuk meminimalisasi pemudik, Kang Emil mengaku bekerja di wilayah aglomerasi, Gubernur telah meminta Satgas COVID-19 Jabar untuk melakukan upaya penindakan di titik penyekatan.

“Kami dari Satgas akan melakukan upaya, juga memilah orang yang terlihat membawa perbekalan gaya mau mudik itu kita larang. Intinya mudik kita larang, tidak ada istilah mudik lokal. Kita koreksi. Semua jenis mudik. Itu juga dilarang,” katanya.

Apabila kedapatan ada yang mendahului mudik sebelum penyekatan, kata Gubernur, PPKM Mikro jadi andalan. Nanti para pemudik tersebut akan dikarantina selama lima hari.

“Maka di kampungnya isolasi mandiri, itu menjadi andalan kita untuk memastikan tidak adanya penyebaran,” ujar Kang Emil.

Masih kata Kang Emil, memasuki PPKM Mikro tahap ketujuh 4-17 Mei 2021, Jawa Barat memiliki dua zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya. Kang Emil meminta kepala daerah bersama forkopimda dua derah tersebut bekerja keras dalam satu minggu ini untuk menurunkan kasus Covid-19.

“Semoga itu bisa berlangsung dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Meski zona merah muncul kembali, jekas Kang Emil namun tingkat keterisian rumah sakit (BOR) per minggu ini 36,32 persen. Ini menjadi sejarah karena pada 2020 rata-rata BOR di angka 50-60 persen.

“Kasus membuktikan tiap libur panjang rumah sakit lompat ke 80 persen. Sekarang keterisiannya hanya 30 persen, itu menandakan tren turun ini harus kita jaga dengan baik. Kami juga sama agar tahun depan bisa mudik,” ujarnya.

Demi menyemangati kinjera TNI dan Polri yang bertugas di lapangan secara luar biasa, Kang Emil bersama forkopimda akan meninjau beberapa titik penyekatan mudik.

“Kami hari senin akan bersama-sama menyemangati TNI dan Polri yang bertugas. Saya bayangkan sangat berat dan sulit karena bersamaan dengan ibadah puasa,” katanya.

Kang Emil mengimbau kepada seluruh masyarakat Jabar, untuk tidak memaksakan mudik dan bersabar dengan taat aturan pemerintah, agar keluarga di rumah tetap aman karena pandemi belum berakhir.

“Kami ingatkan ke masyarakat jangan memaksakan diri. Taat pada aturan. Semata-mata kami bukan melarang kemuliaan mudik bertemu orang tua, tapi situasi pandemi belum terkendali,” tandas Kang Emil.