Pasangan AHY Anies Siap Menghidupkan Politik Identitas Di Pilpres 2024

239
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Perlu dicatat, manuver para capres hasil survei, walaupun hasilnya belum menjadi nomor satu. Seperti dilakukan AHY yang merasa masih punya Demokrat sebagai Ketua Umum versi Menteng, bertemu dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, di Balaikota Jakarta, Kamis 6 Mei 2021. AHY diibaratkan sebagai lokomotif, tapi bukan utama, sementara Anies ibarat gerbong kereta yang hanya punya logistik mumpuni dari mandeknya balap mobil formula 3, serta dana dari bandar dan cukong. Keduanya pernah bersaing di Pilkada Jakarta 2017, AHY kalah dan Anies menang. Itupun diakui Anies di pertemuan dua hari lalu, bahwa kemenangannya berkat dukungan suara dari pemilih AHY. Kekalahan itu membuat AHY tidak punya jabatan publik setelah mengundurkan diri dari militer (bukan pensiun), sementara Anies tinggal satu tahun lagi berhenti sebagai gubernur. Jelang berakhir masa tugasnya sebagai orang nomor satu Jakarta. Anies bersafari ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan tema beras. Tema itu hanya bumbu penyedap saja. Sementara tujuan utamanya bermanuver menuju 2024. Hal tersebut bisa terekam dan terbaca, ketika Anies bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Alasan sowan pun disampaikan dengan lancarnya. Ya, dibalik itu kita sudah tahu, tabiat dan watak menteri pendidikan dan Kebudayaan yang dipecat era pertama Presiden Jokowi. Kembali ke Pilkada Jakarta 2017, yang sarat dengan politik identitas, hasilnya Anies menjadi Gubernur. Sepertinya Pilpres 2024, Anies mengajak AHY atau sebaliknya mengusung tema sama, yaitu menghidupkan kembali politik identitas. Namun, sebelum Anies dan AHY ditetapkan sebagai Capres dan Cawapres atau sebaliknya. Demokrat memang berhak menjadi partai peserta pileg dan pilpres, kalau mengusung capres syaratnya punya 20 persen suara. Demokrat hanya mendapat 8 persen kurang 12 persen lagi. Anies tak punya partai, hanya gerbong yang bisa maju oleh lokomotif kekuatan 20 persen. Mungkin, lebih tepatnya Anies siap dengan logistiknya, sementara AHY siap dengan mesin rusak yang bisa hidup dengan politik identitasnya.
AHY dan Anies Ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Pasangan  AHY Anes Perlu dicatat, manuver para capres hasil survei, walaupun hasilnya belum menjadi nomor satu. Seperti dilakukan AHY yang merasa masih punya Demokrat sebagai Ketua Umum versi Menteng, bertemu dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, di Balaikota Jakarta, Kamis 6 Mei 2021.

AHY diibaratkan sebagai lokomotif, tapi bukan utama, sementara Anies ibarat gerbong kereta yang hanya punya logistik mumpuni dari mandeknya balap mobil formula 3, serta dana dari bandar dan cukong. Pasangan AHY Anies Keduanya pernah bersaing di Pilkada Jakarta 2017, AHY kalah dan Anies menang. Itupun diakui Anies di pertemuan dua hari lalu, bahwa kemenangannya berkat dukungan suara dari pemilih AHY.

Kekalahan itu membuat AHY tidak punya jabatan publik setelah mengundurkan diri dari militer (bukan pensiun), sementara Anies tinggal satu tahun lagi berhenti sebagai gubernur. Jelang berakhir masa tugasnya sebagai orang nomor satu Jakarta. Anies bersafari ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan tema beras. Tema itu hanya bumbu penyedap saja.

Sementara tujuan utamanya Pasangan AHY Anes bermanuver menuju 2024. Hal tersebut bisa terekam dan terbaca, ketika Anies bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Alasan sowan pun disampaikan dengan lancarnya. Ya, dibalik itu kita sudah tahu, tabiat dan watak menteri pendidikan dan Kebudayaan yang dipecat era pertama Presiden Jokowi.

Kembali ke Pilkada Jakarta 2017, yang sarat dengan politik identitas, hasilnya Anies menjadi Gubernur. Sepertinya Pilpres 2024, Anies mengajak AHY atau sebaliknya mengusung tema sama, yaitu menghidupkan kembali politik identitas.

Namun, sebelum Anies dan AHY ditetapkan sebagai Capres dan Cawapres atau sebaliknya. Demokrat memang berhak menjadi partai peserta pileg dan pilpres, kalau mengusung capres syaratnya punya 20 persen suara.

BACA JUGA:  Anji Sempat Posting Video Musik Putus Atau Terus yang Dinyanyikan oleh Mahalini, sebelum Ditangkap Polisi

Demokrat hanya mendapat 8 persen kurang 12 persen lagi. Anies tak punya partai, hanya gerbong yang bisa maju oleh lokomotif kekuatan 20 persen.

Mungkin, lebih tepatnya Anies siap dengan logistiknya, sementara AHY siap dengan mesin rusak yang bisa hidup dengan politik identitasnya.