AJI Aliansi Jurnalis Independen Nilai Pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Diwarnai Seksis, Melecehkan, Mengandung SARA, dan Diskriminatif

344
AJI Aliansi Jurnalis Independen Nilai Pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Diwarnai Seksis, Melecehkan, Mengandung SARA, dan Diskriminatif
demo di kpk ft lustrasi
JAKARTA, banten.indeksnews.com— AJI Aliansi Jurnalis Independen  menilai pertanyaan-pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk peralihan status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) tidak layak. Karena mengganggu privasi dan tidak terkait dengan tugas yang diemban oleh pegawai KPK.

“Hal ini juga melanggar Pasal 28D ayat (2) UUD yang menekankan bahwa setiap orang berhak mendapat perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja,” kata Ketua Umum AJI, Sasmito Madrim dalam keterangannya, Minggu (9/5).

Berdasarkan penelusuran AJI, pelaksanaan tes tersebut diwarnai pertanyaan yang seksis dan melecehkan, serta mengandung bias SARA, dan diskriminatif.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut antara lain: Kenapa kamu belum menikah?, Mau tidak jadi istri kedua saya?, Kalau pacaran ngapain saja?, Kamu masih ada hasrat seksual atau tidak?, Kenapa kamu belum punya pacar?, Apa tidak punya teman laki-laki? dan Islam kamu Islam apa?

Dia menduga, munculnya TWK adalah rentetan bentuk pelemahan terhadap KPK yang terjadi sejak Novel Baswedan disiram air keras. Serta propaganda tak berdasar yang disebar buzzer seperti penggunaan narasi taliban di KPK.

Menurutnya, pengesahan revisi UU KPK, atas terpilihnya Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, hingga Mahkamah Konstitusi menolak uji formil revisi UU KPK sebagai bentuk pelemahan.

Artikel sebelumya1.6 Juta Petugas Satpam Kini Bisa Miliki Rumah Lewat BTN
Artikel berikutnyaSatgas Nemangkawi Tangkap Victor Yeimo DPO Rusuh Papua Tahun 2019