Gempa 7,2 Magnitudo di Nias Barat Tak Berpotensi Tsunami, ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa Nias Barat

148
Gempa 7,2 Magnitudo di Nias Barat Tak Berpotensi Tsunami, ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa Nias Barat
Gempa dengan 7,2 magnitudo di Nias Barat,
JAKARTA,banten.indeknews.com – Gempa dengan 7,2 magnitudo di Nias Barat, terjadi pukul 13.33 WIB. Gempa tersebut tak berpotensi tsunami, di kedalaman 19 kilometer atau menengah. Masyarakat diminta tetap berhati-hati walau tak terpotensi tsunami.

BMKG merilis informasi detail terkait gempa 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang perairan Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5/2021). Disebutkan, setelah pemutakhiran gempa tersebut bermagnitudo 6,7 Skala Richter (SR). Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,2 LU dan 96,69 BT.

“Atau tepatnya Gempa berlokasi di laut pada jarak 125 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 kilometer,” sebut Kepala BMKG, Bambang Setiyo Prayitno.

Dijelaskan, jenis dan .ekanisme gempabumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang berada di zona outer-rise.

“Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault),” katanya.

Terkait dampak gempabumi, dise utkan gempa itu dirasakan di Gunung Sitoli, Kabupate Nias III-IV MMI, Banda Aceh, Aek Godang dan Aceh Tengah.

“Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Bambang.

Sementara itu, pasca gempabumi tersebut, kembali terjadi gempabumi susulan pukul 14:30 WIB. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan sebanyak 3 Kali.

Bambang mengimbau, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

BACA JUGA:  Ibunda Amanda Manopo Meninggal Dunia karena Terpapar Covid 19

Dia juga mengimbau untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujar Bambang.

Artikel sebelumyaWarga Kediri Tewas Tubuhnya Terbelah karena Petasan, 1 Orang Jadi Tersangka
Artikel berikutnyaLiverpool Taklukan MU 4-2 di Old Trafford