Satgas minta tujuh daerah ini perbaiki penanganan Covid-19, simak penjelasannya

72
Satgas minta tujuh daerah ini perbaiki penanganan Covid-19, simak penjelasannya
Prof. Wiku Adisasmito
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Satgas Penanganan Covid-19 meminta terhadap tujuh pemerintah daerah yang status wilayahmya masih zona merah segera memperbaiki penanganan Covid-19.

“Ketujuh daerah tersebut seperti Kabupaten Sleman, Kota Salatiga, Kota Palembang, Kota Pekanbaru, Kabupaten Solok, Kota Bukitinggi, dan Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya, ketujuh daerah ini hingga saat ini berstatus zona merah atau memiliki risiko tinggi penularan Covid-19.” terang Satgas Penanganan Covid-19.

“Kepada tujuh kabupaten/kota ini mohon untuk segera memperbaiki penanganan Covid-19 di wilayahnya,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga 16 Mei 2021 atau masih terhitung hingga akhir pekan lalu. Hal tersebut belum lagi adanya potensi naiknya angka Covid-19 pasca libur Lebaran.

“Bukan tidak mungkin kabupaten/kota ini akan kewalahan menghadapi kemungkinan kenaikan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi dua atau tiga minggu ke depan,” jelas Wiku.

Wuku menjelaskan, dampak libur panjang dengan membaca pengalaman liburan sebelum-sebemnya terjadi kenaikan angka Covid-19. Kasus positif Covid-19 biasanya baru dapat terlihat dalam dua sampai tiga minggu kemudian.

Kendati demikian Wiku berharap, penanganan laju penularan Covid-19 dapat ditekan dan dikendalikan dengan baik secara bersama-sama.

“Dalam beberapa minggu ke depan sebagai antispasi dampak dari libur Idul Fitri. Kesiagaan menghadapi apapun yang terjadi ke depannya merupakan kunci dalam merespon perubahan secara cepat sehingga kondisi apapun tetap dapat dikendalikan,” tegasnya.

“Upayakan semaksimal mungkin peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. Perketat kembali pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Serta maksimalkan screening dan testing terutama pada warga yang baru pulang bepergian,” sambung Wiku.

Wiku menambahkan, meminta bagi pemerintah daerah juga menerapkan dengan mewajibkan kepada masyarakat yang baru pulang bepergian untuk karantina mandiri 5×24 jam demi mencegah potensi terjadinya penularan yang lebih luas di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Sekda Nias Utara Lagi Asyik Konsumsi Narkoba Dengan Sejumlah Wanita Ditangkap Polisi