Budiman Sudjatmiko: Tegaskan Bukit Algoritma Bukan Gimik, Digagas Sejak 2018

65
Budiman Sudjatmiko: Tegaskan Bukit Algoritma Bukan Gimik, Digagas Sejak 2018
Budiman Sudjatmiko Ketua Pelaksana Kerja Sama Operasi Kiniku Bintang Rasa KSO ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Budiman Sudjatmiko Ketua Pelaksana Kerja Sama Operasi Kiniku Bintang Rasa KSO membantah bahwa proyek pembangunan Bukit Algoritma yang akan dijadikan seperti Silicon Valley versi Indonesia hanya gimik belaka. Senin 24 Mei 2021.

Ini bukan gimik, karena sumber daya manusia peneliti dan inovatornya sudah banyak kami kumpulkan sejak 2018, tiga kampus besar Institute Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Padjajaran sudah MoU dengan kami untuk riset,” jelas Budiman Sudjatmiko.

Ketiga kampus tersebut, lanjut Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko itu akan diberikan masing-masing 25 hektare lahan untuk mengembangkan riset, mulai dari pertanian, kesehatan, energi terbarukan, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes dan lainnya.

Kita melibatkan perusahaan untuk Bumdes,koperasi bahkan nanti ada Bumdes tower dan lembaga research

Selain itu Budiman juga mengaku Kiniku menggandeng PT Amka sebagai kontraktor yg akan dibayar menggunakan dana dari para investor yang dikatakan sudah melirik proyek Bukit Algoritma.

Pemerintah serius menggarap proyek Bukit Algoritma Sukabumi sebagai jiplakan Silicon Valley Amerika Serikat. Kawasan tersebut digadang-gadang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengusung inovasi teknologi dan industri.

Proyek agung yang menghabiskan biaya tahap awal sebesar Rp18 Triliun tersebut menuai pro kontra dari masyarakat. Meskipun menjadi alasan teknologi di Indonesia, banyak pihak yang mempertanyakan dan mempertanyakan proyek tersebut. Ada yang mengatakan bahwa proyek algoritma hanya cita-cita semu belaka. Ada juga yang bilang harapan tersebut hanya mimpi.

Namun PT Amarta Karya (Persero), perusahaan BUMN yang bertanggung jawab membangun proyek tersebut, menjelaskan fasilitas yang akan ditawarkan oleh Bukit Algoritma. Ia menyatakan kawasan tersebut akan menjadi pengembangan teknologi, seperti robotik, kecerdasan buatan (AI), panel surya, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Harus Lebih Ketat dalam Memberi Ijin KPD Pengembang Perumahan

Lalu apa sebenarnya keistimewaan Bukit Algoritma Sukabumi ?

Berdiri di Atas Lahan Seluas 888 Hektare
Proyek yang dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko ini akan digarap oleh perusahaan patungan yang bernama Kiniku Bintang Rasa (KSO). PT Bintang Raya Lokalestari menjadi mitra dalam pembangunan proyek dan menyediakan lahan seluas 888 hektare.

Lahan yang bakal dibabat alas untuk pembangunan Bukit Algoritma tersebut merupakan area perkebunan. Lahan tersebut termasuk dalam Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU). Lahan yang bukan PTPN tersebut akan dipertahankan oleh pihak pelaksana. Pasalnya, tanaman yang ada akan dimanfaatkan untuk penelitian teknologi kesehatan.

Dibangun Pusat Kecerdasan Buatan
Politikus PDIP Budiman berkeinginan menjadikan Bukit Algoritma sebagai penyedia lapangan pekerjaan menyambut New Normal dan Revolusi 4.0. Sumber Daya Manusia (SDM) akan ditingkatkan dan diupgrade menyesuaikan perkembangan teknologi.

Lebih lanjut, Budiman juga menyatakan di kawasan tersebut akan dibangun Center Of Artificial Inteligence, pengembangan kecerdasan buatan. Pihaknya akan mendatangkan SDM yang kompeten, para peneliti, investor dan pasar. Nadiem Makarim akan menjadi tenant pada rencana tersebut.

Tempat Pengembangan Industri Kesehatan
Budiman yang tak terikat teknologi juga akan menjadikan Bukit Algoritma sebagai tempat pengembangan industri kesehatan. Di tempat itu, para pengusaha Indonesia yang ingin memproduksi alat-alat kesehatan akan didukung.

Budiman alat kesehatan yang diproduksi merupakan buatan lokal, bukan importir. Mulai dari nano robot, jarum suntik, hingga masker.

Membangun Nano Teknologi Center
Bidang industri yang sudah bekerja sama dengan proyek Bukit Algoritma adalah pusat teknologi nano. Industri diisi oleh rekayasa nano teknologi untuk atom neuro science dan biologi molekular, biologi skala kecil.

Pasokan Energi 1 Giga Watt Tenaga Matahari
Di Bukit Algoritma kawasan nantinya akan ada 7 hektar lahan yang dijadikan suplay energi tersebut. Energi besaran yang akan dipasok sejumlah 1 giga watt. Istimewanya, energi tersebut memakai tenaga matahari atau solar cell.

BACA JUGA:  Satgas Narkoba Polda Metro Amankan ,Peredaran Narkoba Jaringan Timur Tengah Narkoba 1,1 Juta Ton Disita

Menjadi Pusat Kajian Kewilayahan

Bukit Algoritma juga akan ditargetkan menjadi pusat kajian kewilayahan. Selain itu bakal dibangun tempat ekspansi ruang udara. Di tempat tersebut akan diproduksi drone, mata-mata, pengawasan, pengawasan, militer, kargo, hingga drone angkutan yang dapat bergerak hinga jarak ratusan kilometer.
Sektor pertanian saat pandemi membawa banyak kabar baik untuk perekonomian nasional. Hal ini tidak lepas dari bantuan sejumlah teknologi yang membantu industri pertanian.