Diterpa Isu Tidak Sedap Pemdes Sukaresmi Sukabumi Lawan Dengan Aspek Legalitas

204
KAB.SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Lagi lagi kabar dugaan penyelewengan dana desa (DD) pencedrai Pemeritah Desa (Pemdes) di Kabupaten Sukabumi, mencuat di tengah pendistribusian Bantuan Langsung Tunai dari anggaran Dana Desa (BLT-DD) tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mencuatnya dugaan penyelewengan atau dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) kali ini, pada penyaluran BLT-DD bulan Juli-Agustus-September tahun anggaran 2020 di Pemdes Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sesuai Laporan Informasi Nomor : Sp.Gs/04/IV/2021/Satreskrim tertanggal 29 April 2021, telah masuk ranah penyelidikan Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, dengan bagian laporan dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan penyaluran BLT bulan Juli-Agustus-September tahun 2020 di Pemdes Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, yang diduga dilakukan Pemdes.

pemdes
Foto Istimewa : Kades Jalaludin saat memperlihatkan aspek legalitas yang dipersoalkan.

Adapun menurut informasi tersebut diduga Pemdes Sukaresmi diduga menggunakan dana BLT-DD tahun 2020 dialihkan peruntukanya untuk kegiatan penyertaan modal air minum dalam kemasan BUMDes Desa Sukaresmi sebagai mana dalam UU RI no 31 tahun 1999 bagaimana telah dirubah dan ditambah dalam UU RI no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

Menurut Jalaludin Kades Sukaresmi tidak menampik, pihaknya telah dipanggil oleh pihak pihak terkait dalam menjawab persoalan yang dibola liarkan oleh pihak (warga) yang tidak memiliki kepentingan menjatuhkan ektabilitas kepemimpinannya.

Salah satunya keabsahan legalitas BUMDes di Desa Sukaresmi bisa dipertanggungjawabkan, termasuk keterangan dan surat kesepakatan bersama yang dibubuhkan para penerima manfaat BLT-DD tahun 2020 di desanya.

“Dari pasal atau tuduhan yang dilayangkan ada delapan poin, itu tidak ada pasal yang dilanggar, kami membuktikan dengan aspek legalitas yang kami miliki dari awal usaha air minum milik BUMDes yang kami rintis untuk kepentingan masyarakat kami. Kebenaran tidak akan terkalahkan dengan keburukan yang sekarang menyerang kami. Alhamdulillah, semua didukung masyarakat desa dan pihak pihak terkait lainnya,” cetus Jalaludin, saat dikonfirmasi, Senin (24/5/21).

pemdes
Foto Istimewa :

Jalaludin menambahkan, dalam hal informasi yang merebak di tengah masyarakat, pihak siap menerima dan memperlihatkan semua aspek legalitas usaha BUMDes maupun aturan aturan yang memperkuat usaha air minum dengan lebel Suka Air bukan usaha kaleng kaleng atau tidak miliki aspek legalitas.

“Hari ini menjawab semua pertanyaan segelintir orang atau warga yang dinilai mempunyai pola pemikiran kerdil dan merasa benar. Mangga (silahkan) datang untuk bisa menjawab secara langsung apa yang dipersoalkan warga tersebut. Toh semua kami berjalan sesuai kesepakatan bersama yang ingin desanya maju,” seloroh Jalaludin.

Jalaludin berharap semua masyarakat bisa mendukung program ataupun usaha milik desa, dengan tujuan untuk kerkepentingan untuk kemajuan pembangunan dan ekonomi masyarakat desa ditengah Pandemi Covid-19.

“Saya percaya kebaikan dan niatan dasar untuk kepentingan masyarakat desa, akan ada hikmah yang indah dan membekas di masyarakat, ketika tidak lagi duduk di kursi kepala desa. Sekedar menegaskan dalam legalitas yang dipegang diantranya Surat Kesepakatan Bersama yang buat penerima manfaat BLT-DD dibuat tanpa ada kepentingan pribadi,Izin Usaha, INB, Laboratorium Kesehatan Daerah dan Lainya,” tandas Jalaludin.**

Iklan

Artikel sebelumyaManajemen PT Gaya Remaja Ingin Hakim Memutuskan Hukuman sesuai tuntutan Jaksa.
Artikel berikutnyaManajemen PT Gaya Remaja Heran, Kasus Penggelapan Hanya Dapat Tuntutan Hukum 11 Bulan?