Gerhana Bulan Total, Bulan Akan Lebih Besar

278
Gerhana Bulan Total, Bulan Akan Lebih Besar
Bulan Merah Super atau Super Blood Moon
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Gerhana bulan total akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada 26 Mei 2021 setelah kemunculannya tiga tahun yang lalu. Gerhana bulan total tahun ini bertepatan dengan hari raya Waisak. Senin (24/5/2021).

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut, gerhana bulan total kali ini dapat disaksikan dengan jelas di bagian Timur wilayah Indonesia tanpa menggunakan alat bantu optik apapun.

Gerhana bulan total kali ini sangat spesial dan disebut sebagai Bulan Merah Super atau Super Blood Moon. Hal tersebut dikarenakan bulan akan tampak merah dan lebih besar dari biasanya. Merahnya bulan tersebut terjadi akibat pembiasan cahaya Matahari oleh lapisan atmosfer Bumi.

Super Blood Moon ini sudah pernah terjadi pada 31 Januari 2018.
Gerhana Bulan tersebut akan bertepatan dengan Bulan yang akan berada di titik terdekat dengan Bumi.

Super Blood Moon berada di titik terdekat ke bumi yang dinamakan perigee. Dengan begitu, gerhana Bulan total (Super Blood Moon) akan terlihat lebih besar dari biasanya.

Durasi dari Supermoon kali ini akan berlangsung cukup lama.

Fase pertama, awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.

Kemudian fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 3 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

Selanjutnya, Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Tugu Pamulang

Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB, 19.18.43 WITA, 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Pada fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB , 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.

Serta fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB , 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.Selanjutnya fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB , 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
Seluruh proses gerhana, sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik.

Sedangkan proses gerhana totalnya, sejak awal fase total (U2), puncak total hingga akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

Artikel sebelumya400 ‘Pasukan Setan’ ke Papua Diangkut Kapal Perang Kolinlamil KRI Banjarmasin
Artikel berikutnyaKendaraan Lucky Alamsyah Ditabrak Mobil Roy Suryo, Ini Kronologi Lengkapnya