Manajemen PT Gaya Remaja Ingin Hakim Memutuskan Hukuman sesuai tuntutan Jaksa.

49
Manajemen PT Gaya Remaja Ingin Hakim Memutuskan Hukuman sesuai tuntutan Jaksa.
Pengadilan negeri sidoarjo FT BIN
SIDOARJO, banten.indeksnews.com – Manajemen PT Gaya Remaja Masih menunggu pembacaan putusan hukuman untuk Mantan Anak Buah, Dalam Perkara Pengelapan PT Gaya Remaja Industri hari ini ditunda.

Menurut informasi dari Kanitserse polres sidoarjo, dan jaksa pengadilan negeri sidoarjo Pembacaan Putusan perkara penggelapan Dana di bank oleh mantan karyawan hari ini ditunda, menunggu rapat hakim PN sidoarjo. dan Manajemen PT. Gaya Remaja harus bersabar dalam hal ini. Senin 24 Mei 2021.

Manajemen PT Gaya Remaja Industri Dirut Effendi Pudjihartono berharap Pengadilan Negeri Sidoarjo menjatuhkan vonis maksimal kepada mantan anak buahnya, Fenny Oriesta Haryadi yang kini telah menyandang status terdakwa perkara penggelapan.

Fenny Haryadi didakwa melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dengan ancaman penjara maksimal selama 4 hingga 5 Tahun.

“Kami ingin terdakwa mendapat hukuman maksimal. Apa yang dilakukan terdakwa merugikan perusahaan dan para suplier yang sudah menjadi mitra perusahaan kami,” kata Effendi kepada wartawan.

Effendi Pudjihartono menjelaskan bahwa manajemen telah berupaya untuk menyelesaikan dugaan penggelapan yang dilakukan terdakwa secara kekeluargaan dan tidak membawa ke ranah hukum.

Menurut Effendi, nilai kerugian sementara yang dilaporkan manajemen kepada penegak hukum atas perbuatan yang dilakukan Fenny Haryadi sebesar Rp 350 juta.

Namun, dari pengakuan terdakwa melalui surat keterangan yang dibuat di atas materai, nilai uang yang diambil mencapai miliaran rupiah.

Penyelesaian melalui jalur hukum, kata Effendi merupakan upaya paling akhir yang ditempuh agar perkara dugaan penggelapan uang perusahaan itu mendapatkan titik terang.

Effendi menyatakan sudah menerima panggilan dari pihak PN Sidoarjo untuk bersaksi dalam persidangan pada Rabu 28 April 2021.

Namun, dalam perjalanan sepanjang kasus tersebut disidangkan, terjadi beberapa kali penundaan sidang yang membuat penyelesaian perkara tersebut berjalan lambat.

Effendi menuturkan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PN Sidoarjo. Namun, sebagai pencari keadilan, dirinya berharap kasus tersebut bisa diputus dengan adil dan menjadi jalan pembuka untuk membongkar keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga membantu terdakwa.

Sebagai wakil perusahaan yang dirugikan atas kasus penggelapan itu, Effendi ingin aparat penegak hukum khususnya kepolisian tidak berhenti pada satu orang terdakwa Fenny Oriesta Haryadi, melainkan pula juga memeriksa pihak-pihak yang diduga turut membantu terdakwa melakukan penggelapan uang perusahaan itu.

Effendi meminta aparat penegak hukum dapat mendalami aliran uang hasil penggelapan itu dengan memeriksa lalu lintas transaksi lewat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).