KPK Komisi Pemberantasan Korupsi Segera Panggil Anies Baswedan

118
KPK Komisi Pemberantasan Korupsi Segera Panggil Anies Baswedan
Anies Baswedan Gubernur DKI
JAKARTA,banten.indeksnews.com – KPK Komisi Pemberantasan Korupsi  mengaku akan segera memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dia rencananya akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

“Pemanggilan seseorang sebagai saksi dalam penyelesaian perkara itu tentu, karena jika ada kebutuhan penyidikan,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Ali menjelaskan, para pihak yang akan diperiksa KPK diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut. Sehingga, sambung dia, pemanggilan diperlukan agar perkara menjadi lebih terang serta dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini.

Dia mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini masih melakukan penyidikan perkara dimaksud. Dia melanjutkan, lembaga antirasuah itu saat ini masih terus mengumpulkan bukti baik keterangan saksi-saksi maupun bukti-bukti lain.

“Berikutnya, mengenai pihak yang akan kami panggil sebagai saksi akan kami informasikan lebih lanjut,” katanya.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi  resmi menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Cipayung, Jakarta Timur. Selain Yoory, KPK juga menetapkan Diretur PT Adonara Propertindo Tommy Adria, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtunewe dan juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi , Nurul Ghufron menjelaskan, kasus ini bermula sejak adanya kesepakatan penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana di hadapan notaris antara pihak pembeli yakni Yoory C Pinontoan selaku Dirut dari Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja Runtunewe Pada 08 April 2019.

BACA JUGA:  Arief Wismansyah: Jangan Takut Laporkan Pungli Bansos

Masih di waktu yang sama tersebut, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe di Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran oleh Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya kepada Anja Runtunewe sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar.

Artikel sebelumyaKPK Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Tanah DP Nol, Negara Dirugikan Hinga mencapai Rp 152,5 miliar
Artikel berikutnyaTiga Orang Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Masker, Di Tahan Kejaksaan Tinggi Banten