Nelayan Margasari Cilegon Terpeleset Jatuh Kelaut Hingga kini Belum Ditemukan

102
Nelayan Margasari Cilegon Terpeleset Jatuh Kelaut Hingga kini Belum Ditemukan
Kepala Basarnas Banten Muhamad Zainal dalam operasi pencarian ft cn
CILEGON,banten.indeksnews.com — Nelayan Margasari Jatuh tenggelam ke laut seorang Nelayan yang bernama Nurhendri (35) laki-laki warga Desa Margasari Kecamatan Bojonegara Cilegon, Banten pada Sabtu, (29/05/2021) sekitar pukul 02.30 Wib.

Berdasarkan informasi yang diterima banten.indeksnews.com menyebutkan bahwa nelayan Margasari tersebut jatuh ke laut di sekitar perairan Cikantum Desa Margagiri Kecamatan Bojonegara, Cilegon Banten.

Kepala Basarnas Banten Muhamad Zainal Arifin mengatakan bahwa kronologis awal jatuhnya nelayan Margasari tersebut dari perahu pada Sabtu , 29 Mei 2021 saat KM Arjuna berangkat ke laut bersama saudara Baudin tujuan ke Bagan Tancap di perairan sekitar Bojonegara sekitar pukul 02.30 Wib.

“Iya bang informasinya seperti demikian dan saat ini Petugas Sar sudah diberangkatkan ke lokasi Kejadian untuk melakukan pencarian,”ujarmya . Sabtu, (29/05/2021).

Zainal juga mengatakan , korban yaitu Nurhendri saat berjalan menuju ke anjungan perahu dan korban terpeleset jatuh kelaut. Selanjutnya Baudin memutar perahunya untuk memberikan pertolongan kepada korban, karena korban diduga tidak bisa berenang dan tenggelam, namun hingga saat ini korban belum ditemukan.

“Adapun ciri-ciri korban memakai kaos lengan warna hitam pendek dan celana pendek,”katanya.

Dalam pencarian ini kata dia, unsur yang terlibat Tim Rescue KP&P Banten, Unit Siaga Merak, ABK KN SAR Drupada, Polair Polda Banten dan nelayan setempat

.“Pada TW 0529 0945 G, Petugas Siaga di KN SAR Drupada bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan assesment awal dan pada TW 0529 0950 G, Rescuer Kantor SAR Banten bergerak menuju LKP,” kata Zainal

BACA JUGA:  Badri Suhendi Bergerak Suport Vitamin-C Untuk Ketua RW di Dua Wilayah Palabuanratu
Artikel sebelumyaTiga Orang Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Masker, Di Tahan Kejaksaan Tinggi Banten
Artikel berikutnyaAda Wahidin Di Balik Bancakan Korupsi Dana Hibah Pondok Pesantren Di Banten?