Tiga Disrupsi Di Bulan Mei Yang Membuat Indonesia Resesi

198
Tiga Disrupsi Di Bulan Mei Yang Membuat Indonesia Resesi
toko RITEL FT ILUSTRASI RESESI
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Tiga Disrupsi sebuah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental yang mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada ke cara-cara baru.

Dan di Mei ini ada 3 peristiwa yang sangat menyedihkan bagi ekonomi dan bagi karyawan terdampak dari tiga disrupsi itu dimana diakhir bulan Mei ini kita membahasnya. Minggu 30 Mei 2021.

Dimana dampak tiga disrupsi itu Bank BNI 46 akan menutup 96 kantor cabangnya tahun ini. Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air menawarkan pensiun dini kepada karyawannya. Garuda bahkan akan memangkas separuh armadanya.

Swalayan raksasa Giant sudah tak kuat lagi berhadapan dengan persaingan pasar ritel. Slogan “Harga murah setiap hari” akan jadi kenangan karena Hero Group akan menutup seluruh Giant pada akhir Juli 2021.

Mengapa? 3 tahun terakhir pasar domestik kita, mau tidak mau, suka tidak suka, harus menghadapi 3 disrupsi sekaligus:“Disrupsi DIGITAL + Disrupsi MILLENNIAL + Disrupsi PANDEMI.”

Dampaknya perusahaan-perusahaan ber-ASET FISIK BESAR + beban OVERHEAD BESAR akan berat terhimpit kerugian yang sulit dibayangkan saat pendapatan menurun drastis tertekan pandemi.

Airlines harus membayar biaya leasing pesawat + biaya overhead karyawan operasional + operasional pesawat yang sangat tinggi.Bank harus membiayai biaya operasi kantor-kantor cabang + jumlah pegawai yang besar. Toko ritel dibebani biaya kepemilikan atau properti yang mahal + biaya karyawan + biaya angsuran dan bunga pinjaman bank.

Sedangkan Platform Company seperti Air BnB, Red Doorz, Gojek, Tokopedia, Grab tidak perlu punya aset dan karyawan yg bnyk seperti bisnis konvensional. Mari merubah mindset, jgn terpaku terus ke bisnis konvensional.

Mengapa kok Indonesia resesi? Anda tidak bisa mengandalkan Oyo, Gofood, Shopee menggantikan Giant atau Garuda. Mereka itu tulang punggung ekonomi ibarat skala besar Coca Cola, misalnya bilamana omzet perusahaan Coca Cola Indonesia dimakan oleh On line, maka Sekonyong konyong JNE tutup luber gudang gudang mereka tidak bisa menyelenggarakan satu saja perusahaan besar.

BACA JUGA:  Urus Layanan Adminduk Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Bilamana omzet Giant tutup untuk skala besar tersebut butuh 10x Shopee untuk menggantikan Giant, apalagi Garuda. Itu perusahaan besar banget apalagi menopang misi kebangsaan Indonesia sebagai bangsa, seluruh pulau pulau Indonesia dihubungkan dg Garuda, ekonomi Papua, Kalimantan, itu tidak Swasembada artinya tanpa ada perusahaan Garuda Sekonyong konyong ekonomi pulau pulau Indonesia ambruk. Tidak cukup beras, bawang putih, bawang merah, tidak cukup industri tekstil, sandang pangan mandiri di pulau-pulau besar Indonesia.

Sekarang ini semuanya dari atas sampai spekulan pedagang ruko sekarat Raja utang. Ketika resesi, semua nya ambruk dari konglomerat sampai dengan yang keroco

Jangan terkecoh oleh asumsi seolah-olah Indonesia terus menerus maju dan menganggap konglomerat semakin maju. Tidak. Dari atas konglomerat top sampai pedagang ruko ambruk. Bilamana tidak ditangani sedini mungkin.

Bilamana perusahaan besar Indonesia tumbang artinya sebuah kemunduran bagi Indonesia. Artinya bilamana ‘hipotesis’ kondisi ini begini lalu ada pilpres, bangsa Indonesia ambruk.

Apa yang kita harus perbuat dalam resesi ini ?

1. Jangan sampai pedagang ruko sekarat lari ke cryptocurrency, keliru . Perbaiki industri properti .
2. Jangan Ikut dokter spesialisasi jualan somay, perbaiki iklim BPJS dari mafia.

3. Jangan sampai industri perdagangan tutup lari ke online, perbaiki daya beli real.

4. Kalau industri kreatif dirusak pembajakan, ya bereskan tegaskan berantas pembajakan.

5. Jangan Ikut wartawan ambruk ikut YouTube, perbaiki industri jurnalisme.

6. Jangan Ikut karena banyak maling kita pindah ke Singapore, keliru. Perbaiki tegakkan hukum.

Oleh : Goenardjoadi Goenawan, MM
Koordinator bidang Ekonomi Nawacita Sosial Inisiatif (NSI)

Artikel sebelumyaChelsea Memenangkan Gelar Liga Champions UEFA 2021, Mengalahkan Manchester City 1-0
Artikel berikutnyaPolres Lebak di bantu Warga, Bersihkan Jalan Pasca Longsor di Lebak Gedong