Tak Berhenti di Giant, Gerai Ritel Lainnya Masih Akan Berguguran

81
Tak Berhenti di Giant, Gerai Ritel Lainnya Masih Akan Berguguran
salah satu gerai giant ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Tak berhenti di giant banyak gerai ritel berguguran di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Terbaru, seluruh gerai Giant akan ditutup.

Sekarang memang menjadi masa-masa sulit bagi bisnis ritel, bahkan kemungkinan masih akan ada yang tumbang lagi tak berhenti di Giant.

“Saya pikir iya ya, akan terjadi beberapa penyesuaian, saya menyebutnya lebih ke penyesuaian,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin . Senin (31/5/2021).

Dia menjelaskan, berkurangnya pengunjung di pusat perbelanjaan telah mempengaruhi tenant-tenant yang ada di dalamnya.

Meskipun pemerintah sudah memberikan kesempatan untuk membuka pusat perbelanjaan lebih lama dibandingkan sebelumnya, sayangnya masih ada persoalan mendasar yang belum teratasi, yaitu daya beli masyarakat.

“Apakah masyarakat saat ini sudah kembali normal? Jawabannya belum,” sebut Solihin.

Bagaimana tidak, setahun lebih pandemi melanda banyak perusahaan yang merumahkan karyawan hingga ada yang gulung tikar.

“Akibatnya apa? ya terjadilah tanda kutip ya orang nggak bekerja, yang seharusnya tadi bekerja menjadi tidak bekerja, atau dia bekerja sekarang waktunya relatif disesuaikan. Nah dengan demikian itu mempengaruhi terhadap suatu penghasilan kan. Penghasilan inilah yang mempengaruhi daya beli masyarakat,” ujarnya.

Lantaran daya beli masyarakat melemah, ritel yang lebih dulu terdampak adalah departement store yang menjual produk-produk fesyen.

“Siapa yang disasar yang pertama? pertama pasti kalau bicara ritel, departement store itu pasti kena lah. Artinya orang nggak beli baju nggak apa-apa asal jangan nggak makan. Itu kan istilahnya mohon maaf itu duluan. Beberapa departemen store dia duluan mengistirahatkan karyawan bahkan tutup dan lain sebagainya,” jelas Solihin.

Bagaimana dengan ritel yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti Giant?

Dia menuturkan model bisnisnya sudah tidak sesuai dengan perkembangan pasar, di mana biaya operasional yang harus dikeluarkan relatif besar.

BACA JUGA:  SNI Satgas Nawacita Indonesia

Sementara di tengah pandemi, pemasukannya berkurang.

“Kebetulan Giant kan namanya juga Giant ya itu pasti luas lokasi juga besar, cost-nya juga berbeda dengan yang kecil-kecil seperti minimarket dan lain sebagainya. Nah ini juga sangat berpengaruh,” tambahnya.