Uday Suhada ALIPP: WH Dan Ati Harus Bertanggungjawab, Banyak Pejabat Dinkes Mundur Tanda ada sesuatu yang belum terungkap dalam skandal kasus korupsi Masker

91
Uday Suhada ALIPP: WH Dan Ati Harus Bertanggungjawab, Banyak Pejabat Dinkes Mundur Tanda ada sesuatu yang belum terungkap dalam skandal kasus korupsi Masker
Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada FT ISTIMEWA
SERANG, banten.indeksnews.com- Uday Suhada dari Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim dan Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti untuk bertanggungjawab atas kejadian pengunduruan diri secara ramai-ramai pejabat dilingkungan Dinkes Banten.

“Pak WH harus segera mengambil sikap, Kadinkes Banten (Ati Pramudji Hastuti) harus bertanggungjawab atas siutasi ini, karena dia yang menjadi penanggung jawab dilingkungan Dinkes Banten,” ucap Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada kepada awak media, Senin (31/5).

Kata Uday Suhada, fenomena pejabat ramai-ramai mengundurkan diri dari jabatanya di lingkungan Dinkes Banten menandakan ada sesuatu yang belum terungkap dalam skandal kasus korupsi pengadaan masker.

“Motifnya ini kan reaksi keras atas ditetapkannya satu orang tersangka PPK Dinkes Banten dalam kasus pengadaan alkes untuk Nakes tahun 2020 senilai 3,3 miliar,” katanya.

Aktivis anti korupsi itu menerangkan, kejadian pengunduruan diri tidak semestinya terjadi sehingga merusak citra baik pemerintah.

“Mereka kan selama ini mendapatkan amanah untuk menjadi pejabat, tapi ketika ada kasus ini ramai ramai mengundurkan diri, nah ini ada apa?,” cetusnya.

“Kalau teman-teman di Dinkes tidak punya persoalan tidak ada masalah, tidak merasa melakukan sesuau yang bertentangan dengan aturan ngapain juga harus mundur,” tegasnya.

Atas kondisi itu, Uday meminta para pejabat yang mundur jangan sampai mencampur adukan pekerjaan dengan masalah yang sekarang sedang ditangani Kejati Banten.

“Profesional saja, sepanjang mereka bekerja dengan baik, saya yakin tidak akan ada yang membuat mereka celaka,” pungkas Uday.

Diketahui, sebanyak 20 Pejabat dilingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten ramai-ramai mengundurkan diri diduga imbas kasus korupsi pengadaan masker Covid-19 yang kini tengah ditangani Kejaksaan Tinggi Banten

BACA JUGA:  Spanyol Ditahan Imbang Swedia , Enrique: Terasa Buruk, Saya Minta Maaf

Surat pengunduruan diri 20 pejabat Dinkes Banten yang ditantangani diatas materai 10 ribu itu ditujukan langsung kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dengan tembusan Ketua DPRD Banten, Sekda Banten, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinkes dan Kepala Inspektorat.

Pejabat-pejabat yang mengundurkan diri diketahui saat ini menempati posisi strategis dari mulai Sekretaris Dinas (Sekdis), Kepala Bidang (Kabid) hingga Kepala Seksi (Kasi).