Gubernur BI: Rupiah Masih Undervalue, Ada Potensi Menguat

140
Gubernur BI: Rupiah Masih Undervalue, Ada Potensi Menguat
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ft istimewa
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Gubernur BI  Perry Warjiyo melihat masih ada potensi penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah garis fundamentalnya.

“Apakah rupiah masih undervalue secara fundamental? Iya. Karena inflasi rendah, defisit transaksi berjalan rendah dan ekonomi membaik,” kata Gubernur BI Perry dalam rapat kerja dengan komisi XI, DPR RI, Rabu (2/6/2021)

Tekanan yang dialami rupiah belakangan waktu dipengaruhi oleh ketidakpastian global, khususnya kenaikan yield US treasury sejak awal tahun akibat akselerasi pertumbuhan ekonomi di AS. Kondisi perekonomian dalam negeri yang terus membaik akan mendorong penguatan nilai tukar. “Ada potensi nilai tukar rupiah menguat,” terang Gubernur BI.

BI memperkirakan rupiah tahun ini berada di level 14.200 – 14.600 per dolar AS dan tahun depan diproyeksi menguat ke level 14.100-14.500 per dolar AS.

“Ini tarik-tarikan dua faktor positif dan negatif memperkirakan nilai tukar rupiah 2022 kisarannya 14.100 – 14.500. Masih menguat dari 2021,” jelas Perry.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tahun ini 4,1-5,1% dan tahun depan di level 5-5,5%. Inflasi masih terkendali dengan 2-4% pada tahun ini dan tahun depan.

BACA JUGA:  Gojek Indonesia Soal Logo Di Demo Jokowi and game Itu Hoax Dan Tidak Benar !!
Artikel sebelumyaMengapa kok Indonesia resesi?
Artikel berikutnyaBanten Dalam Pusaran Korupsi ,Sekda Banten Siap Bongkar Ulah Oknum Dinas Pendidikan Yang Jadi “Broker Tanah”