Mengapa kok Indonesia resesi?

249
Mengapa kok Indonesia resesi?
resesi foto ilustrasi
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Mengapa Indonesia menjelang resesi. Saat ini penghasilan penduduk Indonesia setara $10 per day. Bukankah ini bagus? Kelihatan nya begitu bagus tapi jangan lupa itu bukan berarti sekarang setiap orang terima Rp 150.000 per hari. Tidak.

Mengapa kok bisa? Jadi ada 5% penduduk Indonesia yang penghasilan nya $100 per day. Jadi separonya penghasilan negara dibagikan ke 5% penduduk. Nah, ini ibarat anda keramas tapi jidat nya saja. Bagaimana anda ingin seluruhnya ranbut bersih berkilau?

Oleh karena itu, saat ini Indonesia mengalami middle income trap. Mengapa ? Karena rakyat yang mengalami lonjakan $100 per day habis. Perhatikan ruko ruko di Sumarecon habis berhenti. Ruko ruko di Alam Sutra habis berhenti. Daya beli nya saturated jenuh.

Contohnya caranya tahu apakah yang $100 itu bertambah atau tidak dari penjualan mobil pick up. Atau kendaraan angkutan produksi, pick up, mobil box, Mitshubisi Fuso, bus, atau kendaraan minibus. Kalau bertambah dan menjadi raja kendaraan sejuta umat, bagus. Artinya banyak pengusaha bertambah.

Tapi Perhatikan sekarang penjualan terbanyak adalah Honda Brio. Artinya apa?

Artinya ya Mobil tersebut mainan horang kaya. Tidak ada pertumbuhan demographic yang penghasilan $100 baru artinya konsumen Pabrik-pabrik mobil ya itu itu saja, makanya jenuh.

Di Bangkok yang laris adalah kendaraan Caterpillar itu alat keruk mulai dari ukuran mini sampai segede bus tingkat. Di Indonesia tidak ada Show room caterpillar karena konsumen nya itu itu saja.

Di Indonesia yang banyak produk-produk Adem sari chingko. Liang teh cap Panda. Barang-barang konsumerisme kebanyakan untuk kalangan 5% penduduk. Jalur produksi dan distribusi dikuasai hanya 5% itu itu saja.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi

Yang lain seperti kurma, itu perdagangan tunai. Baju muslim pun banyak perdagangan tunai di tanah abang. Pedagang pasar-pasar bogor kulakan di tanah abang tunai.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1000425774061838&id=100022832747287

Artikel sebelumyaWarga Babakan Asem Teluknaga Dibuat Resah Oleh Sikap BPN Kabupaten Tangerang
Artikel berikutnyaGubernur BI: Rupiah Masih Undervalue, Ada Potensi Menguat