Vaksin BUMN Yang Dikembangkan Biofarma, Sudah Masuk Daftar Kandidat WHO

193
Vaksin BUMN Yang Dikembangkan Biofarma, Sudah Masuk Daftar Kandidat WHO
Menteri BUMN Erick Thohir. ft istimewa
JAKARTA,banten.indeksnews.com –  Vaksin BUMN .Pemerintah terus melakukan terobosan untuk bisa memproduksi vaksin Covid-19 di dalam negeri.

Kandidat Vaksin BUMN yang dikembangkan holding BUMN farmasi, PT Biofarma (Persero) dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, bahkan sudah masuk di daftar kandidat vaksin yang dirilis World Health Organization (WHO).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan selain pengembangan Vaksin Merah Putih, pemerintah juga melakukan terobosan baru melalui BUMN Bio Farma yang melakukan kerja sama pengembangan vaksin dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat. “Kandidat vaksin yang disebut Vaksin BUMN ini Alhamdulillah sudah masuk dalam daftar kandidat vaksin yang dirilis WHO,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (2/6/2021).

Vaksin holding BUMN farmasi ada di nomor urut 121 vaksin yang sedang menjalani uji pre-klinik di database yang yang dirilis WHO kemarin, Selasa (1/6/2021).

Dia berharap upaya pengembangan ini akan membuahkan hasil. Konteksnya, kata Erick, Indonesia harus bisa memproduksi vaksin sendiri, tidak mungkin terus impor seperti yang sekarang. “Kami berharap pengembangannya berhasil, baik Vaksin Merah Putih, maupun  BUMN,” ujarnya.

Dia melanjutkan Vak BUMN tersebut masih membutuhkan waktu untuk dapat digunakan seperti halnya Vaksin Merah Putih yang saat ini masih dalam proses. Vaksin ini harus melalui tahapan pre klinik, uji klinik pertama, kedua dan ketiga. “Jadi, memerlukan waktu mungkin satu tahun seperti halnya vaksin merah putih.”

Erick menambahkan pihaknya tidak bekerja sendiri dan telah bertemu dengan BRIN, Kementerian Kesehatan, dan Kemenlu, untuk mendorong vaksin produksi dalam negeri.

Selain itu, Erick, yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, menyambut baik diterbitkannya Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Listing/EUL) oleh WHO untuk vaksin Sinovac, menyusul diterbitkannya EUL WHO untuk vaksin Sinopharm.

BACA JUGA:  Vaksinasi percepatan Agar Sekolah Tatap muka lebih aman, dilakukan oleh SMP NEGERI 21 PAMULANG TIMUR, berjalan ketat sesuai Prokes.

Menurutnya, ini adalah bukti kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendorong agar vaksin Sinovac dan Sinopharm mendapat EUL dari WHO, terutama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata, pemerintah hanya menghadirkan vaksin yang aman, bermutu dan efektif. Dengan demikian, tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat dalam menerima vaksin Covid-19 Sinovac dan vaksin lainnya yang dihadirkan pemerintah.

“Saya harap tidak ada keraguan untuk menerima warga Indonesia [yang divaksinasi Sinovac] ke negaranya. Apakah kesempatannya untuk bisnis maupun menunaikan ibadah umroh dan haji,” pungkas Erick.

Artikel sebelumyaPramono Anung Lantik Tiga Pejabat Eselon II Sekretariat Kabinet
Artikel berikutnyaMungkinkah Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi Tanah Munjul?