Kementerian Agama RI Kembali Batalkan Pemberangkatan Jamaah Haji 2021, Simak Alasannya?

165
JAKARTA,banten.imdeksnews.com-Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI, kembali memutuskan tidak memberangkatkan calon Jamaah Haji pada musim bulan haji tahun 2021 Masehi/1442 Hijriyah.

“Salah satu paktor masih pandemi dan demi keselamatan jamaah, pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jamaah haji Indonesia,” ujar Menteri Agama RI (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis 3 Juni 2021 kemarin.

Yaqut Cholil menjelaskan, keputusan Kementerian Agama dalam pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun Ini, berdasarkan hasil Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021.

“Keputusan tersebut diambil dan disepakati setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti DPR RI, kementerian/lembaga, organisasi keagamaan, asosiasi travel, dan sejumlah unsur lainnya,” jelas Yaqut Cholil.

Kementerian Agama
Foto Ilustrasi Ka’bah Arab Saudi.

Alasan tidak memberangkatkan haji, Yaqut Cholil mengungkapkan, karena pemerintah Arab Saudi hingga saat ini tidak kunjung membuka akses haji bagi jamaah luar negeri, termasuk Indonesia. Akibatnya, pemerintah tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan pelayanan dan perlindungan bagi jamaah.

“Disisi lain alasan keamanan dan keselamatan karena pandemi Covid-19 menjadi salah satu keputusan membatalkan pemberangkatan haji. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan. Apalagi tahun ini juga ada penyebaran varian baru Covid-19 yang berkembang di sejumlah negara,” kata Menag.

Sebelumnya, lanjut Menag berdasarkan skenario hitungan pemberangkatan haji untuk musim haji ditengah pandemi, dengan kuota tertentu telah melewati batas akhir.

“Kami mencontoh apabila kuota haji diberikan 30 persen atau 60.996 orang, tenggat waktu maksimal kepastian penetapan kuota harus pada 11 Mei dan pemberangkatan 27 Juni 2021,” papar Menang.

Jika kuota 25 persen semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 14 Mei. Kuota 20 persen semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 17 Mei, 10 persen pada 25 Mei, lima persen pada 25 Mei 2021. Bahkan jika jamaah diberangkatkan hanya 1,8 persen, harusnya kepastian kuota tanggal 28 Mei.

“Artinya waktu yang tersisa sampai dengan closing date bandara di Arab Saudi hanya tersisa kurang dari 50 hari atau sekitar 1,5 bulan. Hal ini juga berdampak pada sisi penyiapan layanan haji oleh pemerintah Indonesia,” tandas Menag.**.

Iklan

Artikel sebelumya13 Formasi CPNS Kejaksaan RI 2021, Simak Rilis Peruntukan Lulusan Apa Saja Ya?
Artikel berikutnyaWarga Penghuni Apartemen Green Lake View Ciputat Protes Kenaikan Tarif IPL Iuran Pemeliharaan Lingkungan