NSI Nawacita Sosial Inisiatif: Risiko petualangan politik tahun 2023

256
NSI Nawacita Sosial Inisiatif: Risiko petualangan politik tahun 2023
Ir Goenardjoadi Goenawan dari NSI Nawacita sosial Inisiatif ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com- NSI bidang ekonomi Memperkirakan Perekonomian Indonesia diprediksi akan mendapat ancaman di tahun depan dari dampak dari pandemi Covid-19. Taper tantrum merupakan salah satu ancaman yang dikhawatirkan akan terjadi di tahun depan. Hal ini juga dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo belum lama ini.

Ir Goenardjoadi Goenawan dari NSI Nawacita sosial Inisiatif memperkirakan bahwa Indonesia resesi ini yang dimulai 2021 akan menjadi resesi berkelanjutan jika permerintah tidak ada upaya untuk keluar dari ini semua.” katanya kepada banten.indeknews.com. di Kediamannnya Rabu 9 Juni 2021.

“Kita pernah belajar dari fenomena terdahulu seperti taper tantrum di tahun 2013, dimana ekspektasi normalisasi kebijakan moneter AS dapat mendorong pembalikan arus modal dari negara berkembang,” jelas Sri Mulyani Oleh karena itu NSI melihat , Sri Mulyani beserta jajarannya sudah menyiapkan beberapa instrumen dalam mengantisipasi hal tersebut dan akan tercermin di dalam RAPBN 2022.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (2/6/2021), Sri Mulyani juga menjelaskan beberapa risiko selain taper tantrum yang kemungkinan akan dihadapi di tahun depan.

Resesi di akhir jabatan

Bu Sri Mulyani tidak menyadari adanya dajjal saat Akhir periode kekuasaan jokowi ternyata resesi, maka koalisi partai segera pecah kongsi dan terjadi turbulence politik.

Terjadi adventure berlebihan petualangan politik mirip tahun 2003 lalu. Dan juga Resesi berkelanjutan tapertantrum 2021 hingga 2022 dimana Industri Properti hancur dan semua juga begitu, Industri Asuransi dengan kasus asbrinya dan juga industri Hotel

Beberapa pengamat mengatakan keadaan ini dinamakan goldilocks [keadaan terkunci] dan languishing [penuh Kelesuan] dan resiko resesi harus segera dipecahkan ,saat ini kita berada pada ekonomi hype, pengelembungan seperti bitcoin, unicorn yang diciptakan. Ekonomi keterbukaan dan yang kita hadapi kurangnya kredit swasta dibuka.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1004775216960227&id=100022832747287

Artikel sebelumyaPT PITS masih Bingung Pilih Kandidat, Ini Kata Aktivis Cipasera
Artikel berikutnyaPD INI dan IPPAT Bersanding Pemkab Tingkatan Pembangunan dan Pelayan Hukum Pertanahan di Kabupaten Sukabumi