Atlitnya Tak Berprestasi Dananya Di Korupsi, Begini Reaksi Warga Tangsel

191
Atlitnya Tak Berprestasi Dananya Di Korupsi, Begini Reaksi Warga Tangsel
KANTOR KONI TANGSEL PAMULANG PERMAI
TANGSEL,banten.indeknews.com- Atlitnya tak berprestasi. Pasca penetapan tersangka pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan oleh Kejaksaan Negeri Tangsel. Beragam komentar dan reaksi disampaikan warga atas terungkapnya kasus dana hibah yang digulirkan sebesar Rp.7,8 Miliar.

Kemal pegawai pemerintahan dan juga warga Serpong mengungkapkan jika di tahun 2018 dan 2019 prestasi atlet tangsel lumayan maju, fasilitas banyak yang terpenuhi untuk beberapa cabang olahraga kini atlitnya tak berprestasi karena banyak yang dikorupsi.

” Kebiasaan lama selalu digunakan untuk alasan operasional ketika penyaluran hibah ke cabang olahraga, Ditambah kurang perhatiannya penerima hibah dalam pelaporan keuangan hibah gak bener pencatatannya kasian atlitnya ,” kata Kemal kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Menurut Kemal,  Aktor utamanya adalah bendahara itu sendiri, sedangkan ketua mengiyakan. Di perparah dengan laporan keuangan ke inspektorat dana 2019 itu sebenarnya ada pengurangan ke cabor (cabang olahraga.red) dan di perparah adanya potongan.

” Udah kecil dipotong, keterima cabor malah jadi gak berarti, sehingga cabor mengalihkan dana kegiatannya ke kegiatan lain,” ucap Kemal.

Sementara putra pendiri Tangsel, Iwan Djambek (50 Tahun) mengatakan pemuda pemudi yang siap membangun bangsa ini dengan tenaga pikiran dan sumber daya yang ada  harusnya menjadi bahan pemikiran para pemangku kebijakan yang berkecimpung dalam kepemudaan .

Komite nasional olahraga indonesia (KONI) salah satu organisasi  yang menangani dunia olahraga tentunya mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengangkat bangsa indonesia menjadi bangsa yang besar kuat dan berprestasi melalui dunia olah raga. Oleh sebab itu menajemen dan pengelolaan organisasinya di harapkan bisa membawa cita cita bangsa dan negara.

” Ketika terjadi persoalan yang di alami oleh KONI Tangsel dengan kasus dugaan korupsi dana hibah tentunya akan menghambat dan memperlambat atau mungkin bisa jadi akan menurunkan prestasi yang pernah di raih oleh atlit Tangsel,” dijelaskan Iwan Djambek.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Tugu Pamulang

” Apa sebab? dana pembinaan yang seharus menjadi modal untuk meningkatkan prestasi olahraga di tangsel terhambat! mestinya dananya jangan dikorupsi dan atlit tangsel tidak melempem hingga dapat berkiprah lagi di tingkat yang lebih tinggi” tegasnya.

Olah raga adalah bagian yang  tak lepas dari pemuda dan pemudi. Oleh sebab itu kasus seperti ini jangan sampai terulang kembali di masa mendatang.

“Pengawasan harus lebih di perketat, semua pihak wajib dan turut serta dalam pengawasan dana hibah tersebut apalagi dananya untuk pemberdayaan atlit olahraga asal Tangsel,” terang Iwan Djambek.

Artikel sebelumyaPerumda AM TJM Jawab Keluhan Tidak Lancarnya Pasokan Air Pelanggan
Artikel berikutnyaPemkot Tangsel Menggelar Vaksinasi 2.500 Dosis di Alam Sutera