Lurah Tomi Ciputat Bantah Informasi Hoax Tentang Dirinya, Saat Wilayahnya Banjir dan Longsor Sedang Asyik Mancing, Itu Hoax Dan Tendensius

101
Lurah Tomi Bantah Informasi Hoax Tentang Dirinya, Saat Wilayahnya Banjir dan Longsor Sedang Asyik Mancing, Itu Hoax Dan Tendensius
Kepala Kelurahan Cipayung Kecamatan Ciputat Tomi Patria Edward
TANGSEL,banten.indeknews.com- Lurah Tomi Kepala Kelurahan Cipayung Kecamatan Ciputat Tomi Patria Edward membantah berita atau informasi yang disampaikan oleh media online Poskota Banten hoax alias tidak benar dengan judul Di Tengah Banjir, Lurah Cipayung Asyik Mancing Ikan dan Jogetan di Komplek Nerada Ciputat, Sabtu (12/6/2021).

” Kalo lurah kerjanya saat banjir bukan fisik tapi jabatannya dan hubungan baiknya, emang yang panggil  beko atau alat berat exsapator sampe ada 3 dan pegawai BPBD Damkar dan PU siapa?,” cetus Lurah Tomi kepada wartawan, Minggu (13/6/2021)

” Dan emang mereka nggak di kasih makan atau minum apa! lurah sampe basah-basah, angkat-angkat ini dan itu, Alhamdulilah sekarang BPBD buka dapur umum di Cipayung Mas dan tenda komando di Nerada” kata Lurah Tomi menjelaskan

Masih kata Tomi,” Kerja lurah itu melihat apa yang di butuhkan, fokus pada yang sedang di kerjakan dan apa yang akan di kerjakan ibarat mandor kontak sana-sini. Ya tapi gak boleh juga terlalu serius nanti stres” imbuhnya

Kesibukannya pun dikatakannya saat terjadi banjir adalah menjawab dan memberi keterangan, di wawancara teman-teman wartawan. ” Saya pun ikut mengevakuasi korban dan mencarikan bantuan-bantuan” ucap Tomi

” Tanggung jawab dan menjadi lurah itu berat tentunya pasca bencana banjir adalah kewajiban saya membereskan kawasan dan lokasi musibah dengan baik dan aman,” Tomi menambahkan

Menurut Tomi informasi dan berita yang disampaikan kepada masyarakat Tangsel oleh media online Poskota Banten tidak benar alias hoax dan bersifat  tendensius

” Saya harapkan rekan-rekan wartawan lebih teliti selalu valid dan benar menyampaikan informasi kepada warga Tangsel, jangan hoax sebab penebar hoax bisa dijerat segudang pasal bisa dijerat dengan UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE juga UU No.40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial,” terang Tomi Patria
siap

BACA JUGA:  Windy Cantika Aisah Persembahkan Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo
Artikel sebelumyaSaudi Arabia Hanya Membuka Haji 2021 Dengan 60 Ribu Kuota Untuk Penduduk Saudi Dan Ekspatriat
Artikel berikutnyaAnji Sempat Posting Video Musik Putus Atau Terus yang Dinyanyikan oleh Mahalini, sebelum Ditangkap Polisi