Satgas Narkoba Polda Metro Amankan ,Peredaran Narkoba Jaringan Timur Tengah Narkoba 1,1 Juta Ton Disita

104
Satgas Narkoba Polda Metro Amankan ,Peredaran Narkoba Jaringan Timur Tengah Narkoba 1,1 Juta Ton Disita
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjukkan barang bukti berupa sabu
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Satgas Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyelundupan dan peredaran narkoba jenis sabu jaringan Timur Tengah seberat 1,1 ton di 4 lokasi berbeda. Di antaranya 150 kg sabu diamankan di apartemen di Jakarta Pusat, 75 kg di apartemen di Jakarta Timur.

Temuan Satgas Narkoba 511 kg di ruko Pasar Modern Bekasi, dan 393 kg di Gunung Sindur, Bogor. Polisi juga menangkap lima warga negara Indonesia dan dua warga negara Nigeria.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjukkan barang bukti berupa sabu saat pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2021). Tim Satuan Tugas Satgas Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Jakpus berhasil mengagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 1,129 Ton jaringan Timur Tengah-Indonesia.

barang bukti sabu lainnya
barang bukti sabu lainnya

Peredaran narkoba jenis sabu dari jaringan Timur Tengah terungkap oleh Kepolisian Indonesia.

Dari hasil pengungkapan kasus ini, lebih dari 1 ton sabu diamankan Tim Kepolisian dari Polda Metro Jaya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuturkan, total 1,129 ton sabu diamankan selama operasi pengungkapan peredaran jaringan narkoba dari Timur Tengah.

“Apabila ini berhasil diedarkan maka nilai barang bukti yang saat ini kita amankan kurang lebih 1,1 ton artinya kalau dihitung dengan jumlah jiwa maka 5,6 juta jiwa masyarakat yang bisa kita selamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika,” jelas Sigit dalam keterangan pers yang disiarkan secara daring, Senin 14 Juni 2021.

Sigit menjelaskan jaringan Timur Tengah ini bekerja sama dengan warga negara asing dan Indonesia yang menjadi narapidana di Lapas Cilegon.

“Transaksi narkoba jaringan Timur Tengah yang kali ini, mereka bekerja sama dengan warga negara baik Indonesia maupun asing yang menjadi narapidana Lapas di Cilegon,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dua perenang Inggris Dean dan Scott antarkan Inggris rebut emas perak gaya bebas 200m putra

Dituturkan Sigit, pengungkapan kasus peredaran narkoba jaringan Timur Tengah kali ini dilakukan secara berturut-turut dari akhir Mei sampai dengan bulan Juni yang terus dikembangkan di empat TKP dengan mengamankan lima warga negara Indonesia serta dua warga negara asing asal Nigeria.

“Pengungkapan ini dilaksanakan di 4 tempat yaitu di Gunung Sindur pada saat itu sebesar 393 kg, kemudian yang kedua Pasar Modern Bekasi sebesar 511 kg, yang ketiga di Apartemen Bassura Jakarta Timur dan yang keempat di apartemen Grand Pramuka,” katanya.

Terkait dengan pengungkapan kasus peredaran narkoba ini, pasal yang dilanggar adalah Pasal 114 ayat 2, Pasal 115 Ayat 2, Pasal 112 ayat 2, Pasal 113 ayat 1 dan ayat 2, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup dan maksimalnya hukuman mati

Sigit menambahkan jika sebelumnya Polri serta jajarannya juga sudah mengungkap kurang lebih 2,5 ton. Pengungkapan tersebut juga memiliki kesamaan yaitu melibatkan jaringan Timur Tengah dan melibatkan pelaku dari Lapas.

Artikel sebelumyaKementerian (PUPR) Bantu Pemkot Tangsel Tangani Longsor di Kali Ciputat
Artikel berikutnyaSekda Nias Utara Lagi Asyik Konsumsi Narkoba Dengan Sejumlah Wanita Ditangkap Polisi