ST Burhanuddin Jaksa Agung Akan Usut Laporan Skandal Impor Emas Rp 47,1 T

106
ST Burhanuddin Jaksa Agung Akan Usut Laporan Skandal Impor Emas Rp 47,1 T
ST Burhanuddin Jaksa Agung
JAKARTA, banten.indeksnews.com-ST Burhanuddin Jaksa Agung berjanji akan mengusut dugaan skandal impor emas Bandara Soekarno Hatta yang melibatkan petinggi bea cukai. Diketahui, proses impor itu diduga tak sesuai aturan sehingga jadi tidak kena pajak.

ST Burhanuddin akan menindaklanjuti berkas ihwal dugaan skandal tersebut yang diserahkan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan.

“Mohon izin ada perkara bea cukai, kemudian perkara tertentu. Kami mengawasi untuk penerimaan. InsyaAllah apa yang Bapak sampaikan, syukur-syukur kalau kami punya data agak lengkap yang delapan perusahaan itu,” kata  ST Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Jakarta, Senin (14/6).

Jaksa Agung  lalu menegaskan bahwa Kejaksaan Agung bukan hanya mengawal penggunaan APBN, tetapi juga menyelamatkan uang yang seharusnya diterima oleh negara.

Mengenai dugaan skandal impor emas yang jadi tak terkena pajak, lanjutnya, tentu akan diusut oleh Kejaksaan Agung karena ada potensi penerimaan negara yang diakali oleh pihak tertentu.

Di kesempatan yang sama, Jaksa Agung juga mengatakan Kejaksaan Agung mulai menangani perkara-perkara yang berkaitan dengan mafia pertambangan.

Kejagung bakal menyisir perkara-perkara dari sisi tindak pidana korupsi apabila memang ditemukan bukti yang memadai. Selain penindakan hukum, kata dia, kejagung juga akan mengupayakan pengembalian kerugian negara akibat kasus yang ditimbulkan.

“Kami mohon dukungannya nanti. Karena bagaimanapun riskan. Karena ini Undang-undang Minerba, jadi bagaimana kami akan menyisirkan dari sisi tindak pidana korupsinya,” ujar dia.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari fraksi PDIP Arteria Dahlan menyampaikan dugaan skandal impor emas yang melibatkan petinggi bea cuka di Bandara Soetta. Nilainya mencapai Rp47,1 triliun.

Menurutnya, ada dugaan proses importasi dilakukan dengan tindakan manipulatif, dipalsukan dan tidak sesuai aturan sehingga jadi tidak dikenakan pajak.

BACA JUGA:  Mengapa banyak orang miskin yang merasa bahwa kekayaan orang kaya biasanya berasal dari keberuntungan?

Arteria menjelaskan bahwa emas yang diimpor dari Singapura mulanya berbentuk setengah jadi dan berlabel Namun ketika sampai di Bandara Soetta, emas itu diubah label menjadi produk emas bongkahan, sehingga tidak dikenakan pajak ketika masuk di Bandara Soetta.

Data emas yang teregister pun diduga diubah. Semula dinyatakan berbentuk setengah jadi, tetapi diubah menjadi bongkahan ketika tiba di Bandara Soetta.

Artikel sebelumyaSNI Satgas Nawacita Indonesia: Apa Kabar Usia 12 Tahun UU Sampah?
Artikel berikutnyaPemkot Tangerang gelar vaksinasi serentak di 40 titik, Wapres Turut Menyaksikan