Lansia di Meksiko Pedagang Daging Ternyata Pembunuh Berantai, Ribuan Tulang Terkubur di Rumahnya

187
Pedagang Daging Ternyata Pembunuh Berantai, Ribuan Tulang Terkubur di Rumahnya
dua polisi Meksiko memasang garis line polisi di rumah lansia sang penjagal
MEKSIKO, banten.indeknews..com – Lansia 72 tahun di Meksiko itu juga dikenal sebagai politikus lokal, diduga memutilasi semua korbannya. Mayoritas korban perempuan, yang sudah terkonfirmasi baru 17 orang Polisi menemukan ribuan potong tulang diperkirakan berasal dari 17 orang yang terkubur di bawah rumah terduga pembunuh berantai di Meksiko.

Pemilik rumah diidentifikasi sebagai Lansia 72 tahun bernama Andrés, yang nama belakangnya dirahasiakan sesuai undang-undang privasi Meksiko mengenai tersangka pelaku kejahatan. Tim penyelidik menduga Andrés telah melakukan aksinya membunuh orang selama puluhan tahun.

Penangkapan Lansia 72 tahun  pada pertengahan Mei 2021 menggegerkan seantero kota Atizapán de Zaragoza di Meksiko. Pasalnya, Andrés dikenal sebagai perwakilan rakyat di sektor politik regional.

Kejahatan kejinya terkuak begitu istri seorang komandan polisi dikabarkan menghilang. Perempuan 34 tahun itu menemani Andrés belanja, tapi tidak pernah pulang ke rumah. Kecurigaan sang suami terjawab oleh rekaman kamera pengintai yang menunjukkan istrinya masuk ke rumah Andrés, tapi tak pernah keluar lagi. Dia mendatangi rumah Andrés dan menemukan mayat istri yang telah dimutilasi.

Tim penyelidik pun menggeledah rumah, dan menemukan banyak kartu pengenal calon korban lainnya.

Andrés telah mengakui perbuatannya, tapi jumlah pasti korbannya belum diketahui. Tim ahli forensik menggali rumah Andrés selama sebulan terakhir, dan baru-baru ini merilis temuan fragmen tulang. Mereka juga menemukan pakaian perempuan, makeup, perhiasan dan sejumlah ponsel, serta hampir 100 foto, kaset video 28mm dan 25 kaset VHS.

Rekaman video jadul menambah kemungkinan pembunuhannya telah berlangsung lama, meskipun teknologi lama masih sering digunakan di Meksiko.

Mayoritas korban tampaknya berjenis kelamin perempuan. Meksiko bukanlah tempat yang aman bagi perempuan. Tingkat KDRT dan pembunuhan perempuan di negara itu sangat mengkhawatirkan, begitu pula dengan kasus perempuan hilang.

BACA JUGA:  Tradisi Emas Bulutangkis Indonesia masih terus Terjaga Di Olimpiade

Media lokal melansir, Andrés diduga membunuh korban dengan modus operandi merayu dan memperoleh kepercayaan perempuan usia 30-an dan 40-an.

Suami korban yang paling baru memberi tahu pihak berwajib, istrinya tidak menjalin hubungan asmara dengan Andrés. Dia sedih melihat dugaan itu dilaporkan di berita. Dia dan mendiang istrinya memang merasa kasihan dengan Andrés. Mereka sering mengundangnya ke acara keluarga dan membantu keuangan Andrés.

Kakek itu dikabarkan mantan tukang daging, dan memotong tubuh korban terbaru bagaikan daging filet. Totalnya ada 3.787 potongan tulang di rumah Andrés, yang menunjukkan dia melakukan metode serupa pada korban lain. Otoritas mengumumkan akan menggeledah bagian rumah yang lain untuk memastikan masih ada korban atau tidak.

Kuburan massal sering ditemukan di Meksiko. Sejauh ini, lebih dari 30.000 orang dilaporkan menghilang. Namun, sisa jasad yang ditemukan kerap disebut sebagai korban kejahatan terorganisir, peredaran narkoba dan korupsi, alih-alih pembunuhan berantai.

Artikel sebelumyaMenkominfo Johnny Plate: Jaringan 5G Diperluas di 4 Wilayah
Artikel berikutnyaCristiano Ronaldo Pecahkan Rekor Euro Lewati Platini, Dalam 17 Tahun Di Dunia Sepak Bola