Massa Pendukung Habib Rizieq Desak Bima Arya Lengser Dari Jabatan Wali Kota Bogor

98
BOGOR,banten.indeksnews.com-Massa pendukung Eks Imam Besar From Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang tergabung dalam wadah Aliansi Umat Islam Bogor Raya, melakukan aksi audensi damai di depan Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu 18 Juni 2021 kemarin.

Informasi yang dihimpun, Massa Aliansi Umat Islam Bogor Raya berlangsung, untuk menemui Wali Kota Bogor Bima Arya, untuk meminta penjelasan terkait kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab dan meminta DPRD Kota Bogor untuk ikut membantu manyampaikan aspirasi yang disampaikan massa.

Akan tetapi, seusai melakukan mediasi massa Habib Rizieq dengan Anggota DPRD Kota Bogor, mereka (massa) nampak kecewa dengan hasil yang didapat, dimana Bima Arya tidak bisa memberikan penjelasan apapun dan tidak menemui para pendukung Habib Rizieq.

Perwakilan massa pendukung Habib Muhammad Alatas mengatakan,

“Kami tak mau lagi berdialog lantaran sakit hati, marah, dan kecewa dengan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya. Mosi tidak percaya kepada walikota dan tuntuntan ke DPRD Kota Bogor. Kami umat islam se Bogor Raya menyatakan mosi tidak percaya ke Bima Arya,” kata Habib Muhammad Al-Attas Perwakilan massa melalui pengeras suara, dikutip suarabogor.id.

Dalam orasinya itu, Habib al-Attas menyebut, umat islam se-Bogor Raya meminta dan mendesak agar Bima Arya dapat dilengserkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Bogor.

“Beberapa tuntutan kami dari Aliansi Umat Islam se-Bogor Raya diantara, meminta agar anggota DPRD Kota Bogor mengajukan hak angket terhadap Wali Kota Bogor Bima Arya. Pertama, Bima Arya (Walkot Bogor) hingga saat ini tak dapat menjelaskan siapa yang menekan sehingga secara terburu-buru menugaskan Kasatpol PP untuk melaporkan RS Ummi kepada polisi,” selorohnya.

Ia menilai, perubahan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya yang tidak dapat menjelaskan, seakan menyembunyikan pihak tertentu.

“Sampai sekarang Bima Arya tak mampu menjelaska siapa yang menekan. Sehingga wajib dilengserkan. Kenapa? Karena melindungi penjahat,” teriaknya.

Selain itu, menurutnya, banyak pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Kota Bogor namun tak dilaporkan. Hal tersebut menguatkan agar Bima Arya untuk turun dari jabatannya sebagai Wali Kota Bogor.

“Bahkan Bima Arya juga layak untuk dimasukan penjara karena pembohong. Sebagai Wali Kota Bogor Bima Arya masih bisa diatur-atur oleh Kapolda. Bukan haknya Kapolda sehingga Walikota terlihat bisa diatur-atur Kapolda maka Bima layak dilengserkan. Bima arya juga layak dimasukan (penjara) karena pembohong. Karena pengkhianat dan tidak pantas jadi Walikota Bogor,” beber dia.

Disamping itu, dia mengutarakan, sampai saat ini ketidakadilan masih banyak terjadi di Indonesia. Terlihat seperti jalannya persidangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang menuai kejanggalan.

“Ketidakadilan ada di seluruh Indonesia. Dan terlihat ketidakadilan juga kedzoliman yang masih ada yakni di persidangan Imam Besar. Saking kurang ajarnya kemarin JPU mengatakan Imam Besar hanya isapan jempol,” urainya.

Seperti diketahui, mediasi yang dilakukan antara massa pendukung dan anggota DPRD Kota Bogor, tak menampakan batang hidung Walikota Bogor Bima Arya. Hingga selesainya mediasi tersebut, orang nomor satu di Bogor ini tak terlihat datang menemui massa.**

Artikel sebelumyaKomisi I Dampingi Disdukcapil Kab Sukabumi Kungker Ke Tasikmalaya, Ini Kata Legislatif PKB dan PPP
Artikel berikutnyaRencana Pemerintah Mengenakan Pajak Untuk Sembako dan Jasa Pendidikan, Ini Kata Komisi XI DPR RI