Korsleting Listrik Jadi Faktor Penyebab Terjadinya Kebakaran di Sukabumi, Tim Relawan Gencar Bimtek Secara Gratis

138
SUKABUMI, banten.indeksnews.com-Musibah kebakaran yang disebabkan bahaya kebocoran arus energi listrik di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kerap dijadikan salah satu alasan penyebab terjadinya kebakaran akibat istilah korsleting listrik.

Karena itulah, diperlukan adanya pemahaman dan kepedulian dari penggunaan listrik maupun perusahaan/pemeritah yang memiliki tupoksi melakukan sosialisasi pencegahan, dalam menekan terjadinya kebakaran bahaya arus pendek atau kebocoran aliran listrik kepada masyarakat.

Seperti halnya yang digencarkan Tim Relawan di wilayah Kabupaten Sukabumi, ikut membantu Pemerintah Daerah (Pemda) atau Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dalam memberikan bimbingan teknis/sosialisasi kepada masyarakat untuk Pencegahan Kebakaran Dari Bahaya Kebocoran/Arus Pendek Pendek Energi Listrik (Relawan Electric Safety Strumline) di Sukabumi.

Berangkat dari keikhlasan dan kepedulian kepada masyarakat dan ikut membantu program pemerintah dalam pencegahan bencana kebakaran yang disebabkan, memandang sepele bila di temukan kasus adanya jaring instalasi listrik di rumah/gedung mengalami kebocoran atau korsleting, yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran ataupun mengakibatkan cacat fisik dan kematian ketika terjadi pembumian.

Listrik
Foto Dok : Warga Cimenteng Desa Padaasih, Kecamatan Csaai, Kabupaten Sukabumi, dengan prokes ikut bimtek pencegahan kebakaran bahaya kebocoran atau arus pendek aliran listrik

Tim Relawan dibawah komando Aam Darul Niam, SE sebagai Ketua Relawan sekaligus Pimpinan CV Pratama Jaya Mandiri Sukabumi, sebagai mitra pemerintah untuk terjun secara langsung ketengah masyarakat, mulai dari tingkat RT dan RW di wilayah Desa/Kecamatan, dengan cara door to door secara kontinue memberikan bimbingan teknis secara gratis kepada masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan yang digencarkan Tim Relawan ini, tentunya dengan dasar rekomendasi dan surat edaran Bupati Sukabumi tahun 2017 No. 367/2409-Damkar : Tentang Peningkatan Pencegah Bahaya Kebakaran di Wilayah Kabupaten Sukabumi dan Surat Rekomendasi Dinas Damkar Mei 2017 No. 364/433/DPK. Selain itu, ikut membantu dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 (Corona), untuk melaksanakan perotokol kesehatan (prokes) 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Aam Darul Niam, SE sebagai Ketua Relawan mengaku sangat bangga dan apresiasi atas responsif masyarakat yang sudah disambangi dalam rangka memberikan pemahaman atau bimbingan dalam pencegahan bahaya kebakaran/ataupun mengakibatkan cacat fisik dan kematian ketika terjadi pembumian, akibat kebocoran arus pendek aliran listrik (korsleting).

“Alhamdulillah pada kesempatan menyambangi warga di Kampung Cimenteng RT 42/10 Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, yang diterima langsung tokoh ulama sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz dan Qiro’at Sirojul Qori (Ustad Syafa’at Abdusalam), sangat antusias dan merasa baru kali ini mendapat wawasan/ilmu tentang kiat dan praktek apa itu kebocoran atau korsleting listrik, yang bisa menyebabkan dampak bahaya terjadi bencana kebakaran ataupun bahaya lainya,” ujar Aam Darul Niam, SE, saat dikonfirmasi, Minggu 20 Juni 2021.

Listrik
Foto Dok : Aam Darul Niam, SE (Relawan) saat memberikan bimbingan dan praktek ketika mencoba eksperimen ketiak menghadapi kabel listrik yang mengalami kebocoran.

Secara detail, Aam mengakui dengan berangkat kepedulian dalam berbagi informasi yang bisa dilakukan diterapkan dan bermanfaat untuk masyarakat sebagai pengguna jaringan listrik untuk kehidupan.

“Selain itu, ada pengenalan alat perlindungan listrik (Electric Safety Strumline) yang tepatnya untuk dapat melindungi bangunan dan rumah dari bahaya arus pendek yang berujung pada potensi tejadi bencana kebakaran dan bencana lainnya,” papar Aam yang juga aktif sebagai Kabid Ekonomi di DPP Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi Raya saat ini.

Dikonfirmasi terpisah, Asep R (47) Ketua RT 42 mengaku baru pertama kali mendapatkan ilmu secara cuma-cuma (gratis) sekaligus prakteknya, bagai mana mengetahui tanda atau pencegahan bila mana jaringan instalasi listrik di rumah mengalami kebocoran atau korsleting.

“Menurut saya ini kegiatan atau bingbingan yang sangat-sangat dirasakan manfaatnya untuk kami, yang notaben masyarakat kurang mengerti kiat kait langkah pencegahan bila terjadi adanya korsleting,” tandas Asep.

Hal senada disampaikan Ustad Syafa’at Abdusalam, setelah mendapatkan surat undangan sekaligus menyiapkan ruang majlis para santri, untuk memberikan ruang kesempatan bagi Tim Relawan untuk bersilaturahmi dalam rangka penyuluhan atau bingbingan teknis, pencegahan bahaya kebakaran akibat korsleting listrik.

“Kurang lebih 50 menit menyikapi paparan yang disampaikan Tim Relawan dalam mencegah pengaman arus kebocoran energi listrik. Ternyata banyak yang tidak kita ketahui dan sering kali dianggap sepele, padahal dampak bahaya sangat besar untuk keselamatan kita. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami disini,” tandas Ustad Syafa’at Abdusalam.

Listrik
Foto Dokumentasi.

Untuk diketahui, perlu disadari jika dalam suatu instalasi listrik terjadi arus bocor, misalnya terdapat kabel terkelupas atau tidak terpelihara, dapat menyebabkan bahaya sengatan listrik bahkan kematian dan juga kebakaran. Contoh nyata yang perlu dijadikan pelajaran, agar tidak terjadi insiden kecelakaan yang bisa mengakibatkan korban jiwa maupun material.

Bahaya arus bocor tak dapat dilindungi hanya dengan menggunakan MCB sehingga listrik dapat menjadi sangat berbahaya bagi keselamatan penghuni bangunan.

Dengan penggunaan perangkat Electric Safety Strumline/ELCB dapat melindungi aset dari kebakaran dan melindungi manusia dari bahaya sengatan listrik. Alat tersebut akan mendeteksi perbedaan arus tersebut dan secara cepat akan memutuskan rangkaian listrik tersebut sehingga tidak menyebabkan kecelakaan.**

Artikel sebelumyaJurnalis Media Online Tewas Oleh Penembak Misterius, Insan Pers Desak Polri Tangkap Pelaku
Artikel berikutnyaRSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 5.812 Pasien Covid-19, Nyaris Penuh