Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie: Jangan Ragu Lockdown Lokal, Jika Kasus melonjak Tajam

86
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie: Jangan Ragu Lockdown Lokal, Jika Kasus melonjak Tajam
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie
TANGSEL, banten.indeksnews.com – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melalui Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperkuat pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, seiring dengan adanya pelonjakan kasus COVID-19 yang begitu tinggi.

Wali Kota Tangsel juga  menyebut, Rumah Sakit Umum (RSU) Serpong Utara sudah dioperasikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 mulai Senin (21/6/2021).

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, dalam perkuatan sistem PPKM tersebut. Pihaknya memberikan kewenangan sepenuhnya kepada tim Satgas yang dikomandoi oleh para ketua RW dan RT di lingkungannya masing-masing.

“Saya sudah zoom meeting kepada semua Ketua RW, saya serahkan kewenangan itu kepada Ketua RW dan Ketua RT,” kata Benyamin, Senin, 21 Juni 2021.

Dia pun memberi kewenangan kepada kepala lingkungan untuk menetapkan pembatasan atau lockdown dengan skala mikro.

“Dengan catatan apabila dalam satu RT ada lima rumah atau masyarakat yang terpapar COVID-19,” tuturnya.

Jika itu memang diperlukan, maka dapat diterapkan di masing-masing wilayah.

“Sudah lockdown saja, jangan ragu-ragu. Mau pakai bambu, mau diportal, mau dipasang pengumuman tapi ada yang patroli jagain masyarakat,” paparnya.

Namun, meski demikian, tim Satgas juga harus memastikan kondisi dari para warganya tersebut. Pengawasan, kata Benyamin, harus tetap dilakukan.

“Bagi yang sakit kita kan ada rumusan rumah sakit, nanti masyarakat saya dorong untuk berpartisipasi. Yang kedua dari Dinas Sosial akan kita siapkan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Arief Wismansyah: Jangan Takut Laporkan Pungli Bansos
Artikel sebelumyaCovid Di Jakarta Melejit Polda Bareng Pemprov Lakukan 10 Titik Penyekatan Mulai Malam ini
Artikel berikutnyaSebut Wartawan Bodrek, Bupati Ade Yasin Panik Kinerjanya Di Sorot Insan Pers