Goenardjoadi Goenawan MM : Hidup obyektif dan subyektif

79
Goenardjoadi Goenawan MM Nawacita Sosial Inisiatif
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Goenardjoadi Goenawan MM mengatakan .Salah satu rahasia terbesar dalam hidup adalah hidup obyektif. Maksudnya sering reaksi kita berlebihan terhadap kejadian atau situasi. Misalnya, saat kita ingin masuk Mall terus dicegat security .Pak harus beli masker!

Sekonyong konyong kita merasa dikerjain, langsung emosi, harga diri tersinggung. Padahal peraturan masker berlaku bukan hanya untuk dirinya tapi semuanya, tapi sudah keburu tersenggol. Ruwet bukan.” Ungkap Goenardjoadi Goenawan MM.

Jadi begini menurut Goenardjoadi Goenawan MM. Hidup yang kuat adalah hidup #obyektif, persoalan masker bukan tentang dirinya, jadi menghadapi persoalan bisa pula kita anggap ada si A. Bagaimana caranya si A ini bisa masuk? Hidup #obyektif memandang persoalan secara sederhana.

Saat saya menulis buku #Melacak_jejak_BLBI, banyak reaksi orang-orang negatif.

“Bapak ingin jadi presiden?”

Bagaimana caranya kita lolos dari jerat cemoohan Tetangga, caranya secara obyektif kita jelaskan, bahwa obligor BLBI juga manusia, inginkan solusi, bukan?

Secara obyektif kita jelaskan. Mungkin dari 10 Orang di kenalan #ODS orang di sekitar anda mengacuhkan, tapi pasti ada satu dua yang sungguh membutuhkan informasi BLBI tersebut.

Jadi saat anda diacuhkan, atau dikomplen, atau dicemooh, jangan sewot, sudut pandang kita adalah #obyektif, bahwa BLBI ini raja masalah. Berat, tingkat tinggi rujid mirip benang kusut. Hanya orang tertentu yang paham.

Begitu pula saat anda inginkan ketemu konglomerat. Tentu dihalangi semua orang. Coba saja anda ngomong

“Saya ingin bertemu dengan Raja uang, misalnya Mochtar Riyadi”.

Gak bisa pak! Anda tanya seratus orang, ada seratus lima puluh yang menolak. Sudahlah, jangan mimpi! Jadi orang-orang mencegah bukan artinya menyinggung perasaan anda. Secara #obyektif memang hanya orang-orang terbatas yang mampu bertemu konglomerat.

BACA JUGA:  Mengapa banyak orang miskin yang merasa bahwa kekayaan orang kaya biasanya berasal dari keberuntungan?
Artikel sebelumyaKKB Kembali Lakukan teror Tembak 3 Orang di Yahukimo Papua hingga Tewas, Ada Warga Disandera
Artikel berikutnyaVaksinasi Covid-19 diberikan kepada masyarakat umum di kawasan DKI Jakarta, Baca Syaratnya