Goenardjoadi Goenawan MM: Bagaimana caranya melihat masa depan?

151
Goenardjoadi Goenawan MM : Bagaimana caranya melihat masa depan?
Goenardjoadi Goenawan MM Dari Nawacita Sosial Inisiatif
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Goenardjoadi Goenawan MM mengingatkan pada kita Ada surat menjelaskan bahwa ucapan adalah sebuah doa.

“Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” ucap Goenardjoadi Goenawan MM.

Maksudnya adalah ucapan kita adalah sebuah doa harapan kepada Tuhan. Berarti ucapan kita pun bisa menjadi sebuah pertanyaan kepada Tuhan. Tapi bagaimana caranya kita bertanya? Dan kemudian, Bagaimana caranya menemukan jawaban? Disini Goenardjoadi Goenawan MM coba menjelaskan.

Pertama, mana yang lebih tepat menanyakan maksud seseorang, tentu lebih baik bertanya kepada yang bersangkutan, bukan? Artinya bilamana kita ingin tahu kebenaran kehendak seseorang tentu dengan menanyakan yang bersangkutan atau orang terdekat. Oleh karena itu, doa kita, adalah ucapan kita kepada orang lain, dan dengan demikian kita menemukan kebenaran dengan melalui jawaban dari orang lain.

Gambar dua su
Gambar dua su

Saya pernah membuat sebuah buku Melacak jejak BLBI. Buku tersebut menjelaskan bahwa ada kehendak konglomerat papan atas. Untuk menguji buku saya, tentu saya meminta saran dan pendapat tokoh.

Ternyata tokoh tersebut malah memberi amanah dan kepercayaan untuk menyampaikan sendiri buku dan pendapat saya secara langsung ke konglomerat ybs.

Betapa reaksi saya, wow!

Beliau menjelaskan bahwa petunjuk beliau untuk mengantarkan saya berkunjung kepada konglomerat yang bersangkutan adalah petunjuk dari Tuhan! Mengapa kok kita sulit menembus jawaban atas doa kita?

Alih alih ikhlas, kita terlalu banyak porsi keinginan. Keinginan diri sendiri terlalu besar. Sehingga sulit kita menyerap jawaban atas pertanyaan tentang kebenaran.

Kedua, komunikasi kita terganggu dengan kehendak motif. Jadi seolah-olah kita melihat orang lain dengan kacamata hitam. Hasilnya gelap.

BACA JUGA:  JOKOWI AKAN MEMIMPIN G20.

Untuk melihat komunikasi kita adalah melalui qolbu, melihat orang lain dengan hati.

Ketiga, mencapai keikhlasan itu seperti mendaki sebuah bukit. Bukit tersebut adalah ego. Melawan ego adalah melampaui bukit ego. Apa di atas itu? Tanpa melampaui ego, selamanya ego menutup mata kita.

Ada beberapa jalan caranya melampaui ego, bisa melalui jalan kekuasaan. Oleh karena itu, pemimpin banyak yang telah melampaui ego dan menembus kebenaran.

Bila anda pemimpin yang diselimuti keraguan dan kegelisahan maka anda perlu mengalahkan ego. Menemukan jawaban atas doa. Seperti sebuah kipas kaca pada mobil membersihkan kaca, melawan ego seperti menghapus kotoran dan gangguan pandangan sehingga kita melihat kebenaran secara jernih.

Bilamana pandangan kita melihat secara Ikhlas, maka kitapun menemukan jawaban atas pertanyaan kita, dan itu adalah jawaban atas doa. Artinya kita melihat masa depan berupa kebenaran, jawaban atas doa.

Artikel sebelumyaRelawan Covid-19 Desa Sasagaran Gelar Vaksinasi Secara Massal
Artikel berikutnyaAria Baron Mantan Gitaris GIGI,meninggal Dunia