Jokowi: Negara Demokrasi , Kritik Boleh Boleh saja tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopansantunan

79
Jokowi: Negara Demokrasi , Kritik Boleh Boleh saja tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopansantunan
Presiden Joko Widodo ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Jokowi menanggapi sangat santai kritik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tentang King Of Lip Service. Jokowi tampak melepas senyum saat ditanya wartawan soal kritik itu.

Jokowi mengaku sudah terbiasa dikritik. Ia menilai sebutan King Of Lip Service sama seperti julukan plonga-plongo, klemar-klemer, otoriter, bapak bipang, dan sederet label lain yang pernah ia terima.

“Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi, kritik ini ya boleh-boleh saja,” kata Jokowi, disiarkan akun twitter Joko Widodo, Selasa (29/6).

Saya menghargai setiap kritik. Dan sikap kritis itu justru bagus untuk negara

Jokowi menilai BEM UI sedang belajar menyampaikan pendapat. Ia tak ingin menanggapi kritik itu secara berlebihan.

Mantan orang nomer saatu Solo itu juga meminta semua pihak tak berlebihan menanggapi kritik King Of Lip Service. Diapun berpesan kepada pihak kampus UI agar tak menghalangi kebebasan para mahasiswanya.

“Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi, tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopansantunan,” ujarnya.

Sebelumnya, BEM UI mengunggah konten kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mereka melabeli Jokowi dengan julukan King Of Lip Service.

BEM UI menilai Presiden Joko Widodo banyak mengumbar bualan yang nyatanya tak dilaksanakan. Mereka mencontohkan soal anjuran demo oleh Jokowi diiringi represivitas aparat keamanan.

Ada pula kritik terkait pernyataan Presiden Joko Widodo soal UU ITE. BEM UI juga mengkritik soal UI Cipta Kerja. “Stop membual, rakyat sudah mual,” tulis BEM UI dalam rangkaian unggahan di media sosial tersebut.

BACA JUGA:  Banyak Warga Terbantu, 3.000 Paket Beras 5 kg Mulai Disalurkan di Pandeglang
Artikel sebelumyaKMP Yunice tenggelam di perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Petugas masih melakukan evakuasi terhadap para penumpang.
Artikel berikutnyaIsmail Hasani SETARA Institute: Presiden Seharusnya Merespons Substansi Kritik, Kritik Bukan Formalitas Demokrasi