Goenardjoadi Goenawan MM: Perbedaan Paradigma Uang

216
Goenardjoadi Goenawan MM : Perbedaan Paradigma Uang
Gambar jakarta lockdown ilustrasi
JAKARTA, banten.indekanews.com- Goenardjoadi Goenawan MM Menerangkan bahwa .Tulisan ini tidak ingin membahas akidah atau fikih. Tapi sebatas perbedaan Paradigma atau perbedaan pengertian kita tentang uang yang tiap tiap manusia memang berbeda cara pandangnya mengenai uang.

Kenapa kok dibahas? Supaya masing masing pihak bisa mengenal dari perbedaan sehingga saling bisa memahami, tidak menganggap musuh.” ujar Goenardjoadi Goenawan MM dalam salah satu webinar.

Untuk itu Goenardjoadi Goenawan MM Menerangkan bahwa Pertama, dibuat dua kubu katakan satu pihak Kristen tionghoa (KT) dan pihak kedua Muslim (M).

M menganggap uang adalah duit milik Orang-orang. Dengan demikian, asumsi M, bilamana seluruh M membelanjakan uangnya kepada Toko M maka kekayaan orang M tidak mengalir kepada KT.

KT menganggap bahwa uang itu sama, gambarnya Soekarno merah, atau Benjamin Franklin, atau gambar Mao sama. Bedanya gambar Benjamin Franklin bisa dicetak bebas. Bentuk nya kredit bank. Oleh karena semua nya sama, maka uang Benjamin Franklin ini bergembung, atau menggembung, atau beranak pinak terus mirip sumur minyak. Muncrat terus.

Kedua Akibat nya, zaman jadul orang Tionghoa percaya Konfucius itu buku wajib orang cina. Tapi selama VOC mereka tahu, sumber uang di VOC sehingga mereka ikut KT.
Ketiga karena uang Benjamin Franklin tersebut beranak, zaman jadul grup Sinarmas misalnya, utang kredit bank nya Rp 10 trilyun sekarang uang nya Rp 700 trilyun.

Sedangkan uang M secara mayoritas terbatas pada uang tunai (uang kartal) macet di Rp 1400 trilyun sedangkan uang kredit bank Rp 6500 trilyun. M menganggap utang Rp 6500 trilyun sebagai u t a n g.

Sedangkan KT menganggap Rp 6500 trilyun itu uang mereka. Karenanya bisa untuk bikin pabrik-pabrik sambil sisanya beli Lamborghini.

Keempat, karena sifatnya uang adalah Benjamin Franklin, yang beranak pinak, mereka KT bersikap Kolaborasi. Dari yang grosir, dapat utangan, kepada sub distributor, dan terus menambah utang kepada distributor. Pusat utang adalah principal. Mereka semua KT.

Sedangkan M. Menganggap uang mereka dikuasai mayoritas M. Tidak ingin berkolaborasi dengan rantai utang KT. Oleh karena itu KT percaya bahwa utang nya bersinar terus atas Kolaborasi dengan rantai utang distributor. Sedangkan M tidak percaya pada uang KT beranak.

Kelima, karena itu adalah M. Berpikir bahwa uang kita bersifat komparatif, artinya kekayaan pak Haji lebih banyak, dan oleh karena itu lebih tinggi.

Sehingga sikap M. Adalah tunduk atau kalah terhadap orang yang harta uang nya banyak. Dan cenderung saling berebutan diantara para M.

Sedangkan KT percaya bahwa uang Benjamin Franklin asalnya dari bu Marie pangestu World Bank. Sehingga mereka cepat sadar bahwa yang terpenting adalah follow the money sehingga ada orang yang miskin bisa memberi nasehat uang kepada konglomerat.

Artikel sebelumyaPPKM Darurat, Wali Kota Tangsel Pastikan Stok Pangan Aman
Artikel berikutnyaHaji Abi Angkat Bicara tentang Menunggu Ketua KONI Tangsel Baru