Lurah Pancoran Mas Akhirnya Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Kerumunan Hajatan di Mampang Depok

BOGOR, banten.indeksnews.com-Akhirnya Lurah Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, diterapkan jadi tersangka atas kasus kerumunan hajatan pernikahan, yang sempat bikin gaduh dan viral ditengah masyarakat publik.

Informasi yang dihimpun, tersangka Lurah Pancoran Mas berinisial S, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kerumunan saat hajatan pernikahan di Gang H Syuair, RT01/RW02 Kelurahan Mampang, Kota Depok, baru baru ini.

Dilansir dari Antaranews, Kepala Kejari Kota Depok Sri Kuncoro dalam keterangan persnya yang disampaikan secara virtual, Selasa 6 Juli 2021, mengatakan Kejari Depok telah menerima SPDP Nomor : B/194/VII/Res.1.24/2021/Reskrim Polres Metro Depok atas nama tersangka S Lurah Pancoran Mas, Kota Depok.

Penetapan S (Lurah Pancoran Mas) sebagai tersangka ditandai dengan diserahkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Satreskrim Polres Metro Depok kepada Kejaksaan Negeri Kota Depok.

“Atas kasus kerumunan hajatan tersebut, Lurah Pancoranmas S dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau pasal 212 dan 216 KUHP,” kata Sri Kuncoro.

Setelah menerima SPDP, Sri menjelaskan, Kajari Depok akan segera menunjuk jaksa penuntut umum (JPU) untuk menangani proses perkara yang menjerat S Lurah Pancoran Mas ini.

“Kami segera berkoordinasi dengan penyidik Polres Metro Depok dalam kasus ini,” kata Sri.

Sri menyebutkan, sedikirnya ada lima JPU yang akan menangani perkara ini, diantaranya Kasie Pidum Arief sebagai ketua tim, bersama Ivan, Ardhi, Bungo, dan Charles. Sri Kuncoro juga mengatakan, pihaknya akan menggunakan acara pemeriksaan singkat sebagaimana diatur dalam Pasal 203 KUHAP.

“Lurah S ditetapkan tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan, kerumunan masyarakat, dan/atau tidak mematuhi perintah atau permintaan yang dilakukan undang-undang sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 14 UU No. 4/1984 dan/atau pasal 212 dan 216 KUHP,” beber Sri.

Sri Kuncoro mengatakan bahwa, Lurah Pancoran Mas S mengaku, adanya hajatan putri pertamanya di kediaman sudah mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Menurut S, semua sudah sesuai dengan aturan pada kegiatan pesta pernikahan dan penerapan prokes, bahkan tamu yang hadir dibatasi 30 orang.

“Proses akad nikah yang digelar Sabtu 3 Juli 2021 itu, diakui S berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 30 orang keluarga inti, atau sesuai dengan aturan yang ada yang diterapkan pemerintah,” katanya.

Untuk diketahui, Akad nikah yang dimulai pada pukul 10.30 WIB resepsi pernikahan dilangsungkan pada ba’da zuhur pukul 12.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. S menegaskan bahwa kegiatan tersebut sudah sesuai dengan aturan yang ada.

“Terkait dengan adanya joget bersama dalam kegiatan pernikahan itu, tersangka S mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut (joget),” jelas Sri.

S Lurah Pancoran Mas, mengaku sudah mengikuti aturan dan tidak mengatahui adanya joget, adapun itu inisiatif dari keluarga besan.

“Itu inisiatif besan kami, mereka menari upacara adat sebagai bentuk kebahagiaan dan perpisahaan pengantin pria. Saya juga kaget tetapi enggak berlangsung lama, itu murni sepontanitas dadakan tidak ada rencana di acara itu,” tutup S.**

-
Artikel sebelumyaPPKM Darurat di Kabupaten Cianjur, Bupati Akui Mendapat Penilaian Terbaik
Artikel berikutnyaPj Sekda : Disdik Kabupaten Sukabumi Harus Jadi Role Model Bagi Pendidikan di Jabar