BPP Dispertan Kec Cisaat Sukabumi Uji Coba Pengkajian IP.400, Bisa Tanam Padi Empat Kali Dalam Setahun

SUKABUMI, banten.indeksnews.com-Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dinas Pertanian (Dispertan) Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus berinovasi melakukan uji coba penanaman padi sawah, dimana dapat tiga kali tanam menjadi empat kali tanam dalam setahun.

Kelapa Dispertan Kabupaten Sukabumi H Sudrajat melalui Ketua Koordinator BPP Dispertan Kecamatan Cisaat, Susilowati mengungkapkan, selama ini petani padi di Kabupaten Sukabumi, dinilai masih mampu menanam padi dalam setahun maksimal tiga kali tanam dan tiga kali panen padi. Akan tetapi, dengan uji coba pengkajian IP.400, bisa lebih dari empat kali tanam dalam setahun.

“Uji coba dengan metode pengkajian IP.400, mudah-mudah bisa berhasil dan bermanfaat. Apalagi sekarang memasuki musim tanam padi kedua. Kami berencana sampai Desember 2021 harus bisa malaksanakan empat kali panen padi dalam setahun ini,” kata
Susilowati, Ketua Koordinator BPP Dispertan Kecamatan Cisaat, disela memberikan bingbingan kepada para Kelompok Tani Mekar Tani II di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu 7 Juli 2021.

Dispertan
Foto Dokumentasi : H Ajat Sudrajat Kadis Dispertan Kabupaten Sukabumi.

Lanjut Susilowati, uji coba yang sudah dilakukan hasil dari kerja sama antara BPP (Dispertan Kabupaten Sukabumi) dengan BPTP Provinsi Jawa Barat. Adapun uji coba padi yang ditanamkan adalah model Varietas Cakrabuana berumur 85 hari. Setelah tanam padi selesai dengan masa persemaian maksimal 12-15 hari, itu bakal terlihat percepatan pembuahan.

“Untuk mendapatkan empat kali panen dalam setahun agar tercapai, tentunya harus didukung dengan varietas genjah seperti air yang mencukupi selama setahun. Serta ketersediaan sarana alat mesin pertanian seperti Hand Traktor dan petani yang cukup ahli,” jelas Susilowati.

Selain ketersediaan air, Susilowati menuturkan, juga tersedianya sumber daya manusia (sdm) maupum alam (sda) di area persawahan yang menjadi tempat penanaman benih padi sawah.

“Petani sangat menyambut baik rencana penerapan teknologi IP.400 ini. Apalagi, selebihnya mereka bisa mencoba empat kali panen padi dalam setahunnya. Meski masih banyak sekali kendala dalam uji coba yang dihadapi di lapangan, tapi kami optimis dan yakin ini bisa berhasil,” papar Susilowati.

Susilowati kembali menerangkan, budidaya benih padi dengan pengkajian IP.400, dilakukan semiorganik dan penanggulangan hama juga secara organik. Untuk menjaga kualitas hasil tetap bagus, kondisi lahan agar bisa diperhatikan tetap bagus selama empat kali tanam.

“Untuk hasil panen bagus, lingkungan lahan sawah dipastikan dijamin kesehatannya. Kalau ini bisa berhasil, tentunya petani di Sukabumi dapat keuntungan banyak. Mereka bisa mendapat hasil empat kali panen dalam setahun,” tandas dia.* (CR-1/Red).

-
Artikel sebelumyaBangunan Liar Disepanjang Ruas Jalan Lingkar Selatan Sukabumi Cibolang-Sukaraja Semakin Menjamur
Artikel berikutnyaSatgas Covid-19 Kota Sukabumi Nyatakan Kelurahan Nanggeleng dan Selabatu Zona Merah