Bupati Cianjur Ancam Cabut Izin Operasional Rumah Sakit Dokter Hafidz, Berani Tolak Pasien Covid-19

117
Bupati Cianjur
Foto Ilustrasi RSDH Cianjur Jawa Barat.
JAWA BARAT, banten.indeksnews.com-Bupati Cianjur H. Herman Suherman, dengan tegas tak segan segan mencabut izin operasional untuk Rumah Sakit (RS) yang berani menolak pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Seperti dilansir Cianjurtoday.com, ancaman dilontarkan Bupati Cianjur menyusul kisruhnya Rumah Sakit Dokter Hafidz (RSDH) Cianjur, yang rame tidak menerima pasien Covid-19, dengan alasan sudah terisi penuh, kabar tersebut hingga sempat viral ditengah masyarakat netizen.

“Pengumuman tersebut diketahui dalam grafis sosialisasi yang diterbitkan RSDH Cianjur yang berbunyi “Sehubungan dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19 dan keterbatasan kapasitas. Maka dari itu, kami informasikan kepada masyarakat sesuai kondisi saat ini: IGD Covid-19 RSDH Cianjur saat ini terisi penuh dan belum dapat menerima pasien baru yang terkonfirmasi Covid-19 dengan waktu yang belum dapat ditentukan.Akan tetapi ruang IGD non-Covid-19 tetap buka pelayanan, untuk itu Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” demikian isi sosialisasi tersebut,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman, saat menirukan pengumuman yang disosialisasikan RSDH Cianjur, Rabu 7 Juli 2021.

Meski sudah mensosialisasikan melalui pengumuman, Bupati Cianjur H Herman Suherman tetap akan memberikan sanksi tegas bila kembali mendapatkan informasi, adanya RS di Cianjur enggan menerima pasien Covid-19.

“Sekali lagi kami tergaskan, RSDH kalau masih tidak menerima pasien Covid-19, akan kami cabut izinnya. Tapi, katanya RSDH sudah siap menerima pasien Covid-19,” ujar Bupati Cianjur Herman Suherman.

Sementara berita kekecewaan Bupati Cianjur Herman Suherman ditayangkan, tidak ada satupun pihak RSDH Cianjur yang memberikan keterangan, terkait informasi RSDH sempat tidak menerima pasien Covid-19.

Sementara itu, Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Cianjur, Dika Muhammad Rifai mengapresiasi ketegasan yang disampaikan Bupati Cianjur, dalam hal ini pihak RSDH Cianjur seharusnya memberikan solusi kepada pasien, agar tidak kebingungan.

“Saya salut atas ketegasan Bapak Bupati Cianjur dalam menyikapi hal ini. Jadi kalau memang ruang yang disediakan RS benar-benar penuh, seharusnya pihak RSDH Cianjur dengan senang hati memberikan alternatif kepada pasien. Sehingga pasien tidak kebingungan, kalau begini seolah-olah menghindari pasien,” jelas dia.

Sementara itu, Dika Muhammad Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Cianjur, menyangkan pihak RSDH Cianjur tidak menerima pasien Covid-19 meski beralasan penuh. Apalagi ditengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat, seharusnya memberikan solusi kepada pasien, agar masyarakat tidak dibuat kebingungan atas pelayanan kesehatan.

“Ditengah PPKM Mikro Darurat, sudah semestinya RS Swasta maupun Pemda harus bekerja ekstra dalam menghadapi pandemi ini. Namun, tetap jangan sampai membuat masyarakat memberikan stigma negatif terhadap dunia pelayanan kesehatan, di tengah kondisi darurat seperti ini rumah sakit harus bisa melayani pasien tanpa ada diskriminasi apapun alasannya itu,” seloroh Dika.* (CR-2/Red)

Artikel sebelumyaSatgas Covid-19 Kota Sukabumi Nyatakan Kelurahan Nanggeleng dan Selabatu Zona Merah
Artikel berikutnyaSimak Hari Besar Secara Nasional di Bulan Juli 2021