Kemenag Segera Revisi Edaran Hari Idul Adha 1442 H di Tengah PPKM Darurat

141
Kemenag
Foto Ilustrasi : Menag RI Yaqut pimpin rapim Kementerian Agama, bahas PPKM Darurat dan Kebijakan Internal Kementerian, di Jakarta Juli 2021.
JAKARTA, banten.indeksnews.com-Kementeri Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mendukung dalam Pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang digencarkan pemerintah dalam memulihkan sektor kesehatan akibat wabah Covid-19.

Kemenag RI pun, akan segera merevisi edaran penyelenggaraan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/20 Juli 2021, dan akan disesuaikan dengan kebijakan PPKM Mikro Darurat yang diberlakukan pemerintah dalam masa pandemi Covid-19.

Hal ini tersebut disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas, secara vicon daring bersama jajaran Kemenag. Menag memastikan, kesiapan Kemenag dalam menjalankan PPKM Darurat secara keseluruhan.

Cakupan area yang jadi perhatian PPKM Darurat meliputi wilayah di 45 Kabupaten/Kota di Nusantara, dengan nilai assesment 4 dan 76 Kabupaten/Kota dengan nilai assesment 3 di Pulau Jawa dan Bali.

“Menurut Kemenag kebijakan PPKM, untuk tempat ibadah seperti Masjid, Musalla, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya, yang dianggap difungsikan sebagai tempat ibadah akan diberlakukan penututupan sementara,” kata sementara,” (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas, dilansir dari website Kemenag RI, Rabu 7 Juli 2021.

Secara khusus, Menag menjelaskan, dalam menghadapi hari raya Idul Adha, pihaknya (Kemenag) akan segera lakukan revisi dan sosialisasi sementara Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban.

“Semua akan dilaksanakan dan disesuaikan dengan PPKM Darurat,” jelas Menag Yaqut Cholil di Jakarta.

Lanjut Memang, untuk altivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah madrasah, seluruh kegiatan KBM bakal dilakukan secara online/daring. Adapun fasilitas umum, misanya area publik, taman umum, tempat wisata umum hingga area publik, dipastikan ditutup untuk sementara waktu selagi PPKM masih di terapkan.

“Dalam hal ini, kami pastikan semua rumah ibadah ditutup itu tidak benar, sementara sektor pariwisata dibuka semua harus berkesinambungan,” tandas Menag Yaqut Cholil.

Menag Yaqut Cholil menambahkan, kebijakan PPKM Darurat diterapkan sebagai upaya, menurunkan penambahan kasus Covid-19. Data sementara, perharianya kurang 10 ribu kasus terkonfirmasi dalam per-hari.

“Nantinya, akan dilakukan pengetatan aktivitas untuk beberapa sektor kegiatan. Misalnya, dilaksanakan 100% Work From Home untuk sektor Non Esensial dan 50% untuk sektor Esensial. Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor,” tandas Menag Yaqut.**(Red)

Artikel sebelumyaSimak Hari Besar Secara Nasional di Bulan Juli 2021
Artikel berikutnyaPolisi Amankan ABG Viral Ngaku Keluarga Jenderal saat Terjaring Razia Masker di Ciputat