Lima WNA China dan Malaysia Diamanatkan Tim Imigrasi Dilokasi Tambang Emas Kecamatan Simpenan Sukabumi

138
JABAR, Banten.indeksnews.com-Sebenyak lima orang yang diduga Warga Negara Asing (WNA) asal China dan Malaysia, diamankan dan giring ke kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun, kelima WNA asal China dan Malaysia diamankan di sebuah lokasi tambang emas Koperasi Tambang Rakyat Sukabumi (KTRS) di Kampung Cigaru, Desa Ciemas, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis 15 Juli 2021 kemarin.

Kasi Intel dan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Taufan membenarkan penangkapan lima WNA di tempat tambang emas KTRS di Kampung Cigaru, Desa Ciemas, Kecamatan Simpenan, pekan lalu.

“Ya benar, atas dasar adanya laporan warga lima WNA berhasil diamankan, ke-lima WNA tersebut diduga telah melakukan pelanggaran keimigrasian selama tinggal di Sukabumi,” kata Taufan, Jum’at 16 Juli 2021.

Berbekal laporan warga, lanjut Taufan tim dari Imigrasi dan pihak Kepolisian Sukabumi kemudian melakukan operasi mandiri ke wilayah Kecamatan Simpenan.

“Dalam rangkaian penangkapan, para WNA sempat akan melarikan diri. Tim gabungan sigap dan terus mengejar para WNA tersebut hingga diamankan ke-lima orang yang diduga asal China dan Malaysia,” ungkap Taufan.

Lima WNA
Foto Dok Imigrasi : Lima WNA Asal China dan Malaysia saat diamankan di kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Kamis 15 Juni 2021.

Lanjut Taufan, kecurigaan para petugas saat melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai adanya keberadaan WNA tersebut, saat ditangkap ada salah satu dari mereka (WNA asal China) bersembunyi di semak-semak dan melarikan diri ke bukit perkebunan teh.

“Saat dilakukan penangkapan, dua orang lari ke atas dan du orang lari ke semak-semak dan satu lagi bersembunyi di sebuah rumah milik warga. Sehingga kelima WNA tersebut langsung di bawa ke kantor untuk kepentingan penyelidikan, selanjutnya kami memastikan ada pelanggaran atau tidak selama tinggal Kabupaten Sukabumi,” jelas Taufan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Taufan mengatakan, ke lima WNA itu memiliki legalitas ijin tinggal dan masuk secara resmi ke Indonesia.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan ke empat orang memiliki Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas) dan satu orang memiliki dokumen kunjungan. Namun, ada dugaan pelangagran keimigrasian karena mereka tidak kooperatif saat disidak dan hendak melarikan diri. Sehingga timbul kecurigaan kami adanya pelanggaran keimigrasian,” kata Taufan.

Taufan menambahkan, dari kelima WNA tersebut jika terbukti adanya indikasi pelanggaran, pihaknya (Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi) tentunya akan melakukan deportasi terhadap 5 WNA ini, sesuai aturan yang berlaku.

“Kami masih melakukan pemeriksaan kepada kelima WNA tersebut. Bila ada pelanggaran kita akan lakukan sanksi deportasi kepada kelimanya,” tegas Taufan.**(CR_1/Red)

Artikel sebelumyaPPKM Darurat Pasokan Air Pelanggan Perumda AM TJM Aman
Artikel berikutnyaDKI Dicoret Dari Jadwal Formula E, DPRD Desak Dana Dialihkan Untuk COVID-19