Fantastis, 215 Jembatan Gantung Pedesaan Akan Digeber Pemkab Bogor Bersama TNI

52
JABAR, banten.indeksnews.com-Dalam peningkatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur desa, seperti pembangunan jembatan gantung dan perbaikan jalan, menjadi satu program yang diskalaproritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, di tahun 2021.

Target pembangunan jembatan gantung tersebut, disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin di Aula Pendopo Bupati Bogor, dihadapan Danrem 061 SK Brigjen TNI Ahmad Fauzi, Dandim 0621 Letkol Sukur Hermanto, Kapolres Bogor AKBP Harun, Ketua DPRD Rudy Susmanto, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Munaji dan Kepala DPKPP Ajat R Jatnika.

“Meski di tengah pandemi Covid-19 dengan mematuhi prokes sesuai anjuran pemeritah. Pemkab Bogor berupaya memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan akses infrastruktur yang baik untuk masyarakat Kabupaten Bogor, salah satunya pembangunan ratusan jembatan gantung di wilayah pedesaan di Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin, Jum’at 16 Juli 2021 kemarin.

Ade Yasin mengungkapkan, hingga tahun 2023 mendatang, Pemkab Bogor sudah memantapkan diri untuk bekerjasama dengan TNI dalam membangun 215 jembatan gantung untuk masyarakat di sejumlah wilayah pelosok desa di Kabupaten Bogor.

“Jadi nanti, untuk pembangunan jembatan rawayan kami akan dibantu pihak TNI dalam proses pelaksanaan pembangunan pengeringannya. Kerjasama tersebut, tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bogor dan TNI,” jelas Ade Yasin.

Dari jumlah 215 jembatan rawayan, untuk tahun 2021, Pemkab Bogor menargetkan 33 jembatan mulai masuk pelaksanaan pembangunan, dari 33 jembatan gantung tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Tahun 2021 kita targetkan 33 jembatan, 2023 target 215 jembatan terealisasi. Sementara yang baru selesai dipertengahan tahun baru 6 jembatan,” beber Ade Yasin.

Sementara itu, Panglima Kodam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, perjanjian kerjasama (MoU) merupakan momentum bagi pihaknya untuk ikut serta jadi bagian Pemkab Bogor dalam membangun daerah, terutama infrastruktur di wilayah Jawa Barat.

“Pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan, maka diharapkan bisa meningkatkan daya saing, kemampuan ekonomi , fasilitas wilayah, investasi dan sumber daya manusia. Jembatan gantung dinilai sangat diperlukan untuk membangun pedesaan,” ujar Nugroho.

Nugroho meyakini, dengan TNI masuk desa bakal terbangunnya infrastruktur wilayah desa yang baik dan layak. Maka dari itu bakal terciptanya kesejahteraan, perkembangan ekonomi, bahkan menguatkan pertahanan wilayah.

“Khusus untuk kemajuan pembangunan di daerah-daerah pelosok desa, kami terpanggil susai intrukri pimpinan TNI masuk desa, tentunya harus ikut menjaga dan membantu program ini agar pembangunan infrastruktur yang jadi prioritas pemerintah dengan tujuan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat bisa terlaksana dengan baik dan berkembang dari segala sektor,” tandas Nugroho**(CR-2/Red)

Artikel sebelumyaJokowi Instruksikan Kemensos dan Bulog Percepat Penyaluran Bansos Ditengah PPKM Darurat
Artikel berikutnyaPejabat Disdik Kabupaten Cianjur Terjerumus Kasus Korupsi DAK 2018, Ini Ulasan Vonisnya