Jokowi Instruksikan Kemensos dan Bulog Percepat Penyaluran Bansos Ditengah PPKM Darurat

161
Jokowi
Foto Ilustrasi : Seorang warga yang akan menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos, penyalurkan BST program Kementerian Sosial sebesar Rp 300 ribu untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
JAKARTA, banten.indeksnews.com-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mendesak bawahannya segera mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) dan obat-obatan gratis kepada masyarakat pada pekan ini.

Melansir dari tempo.co Presiden Jokowi berharap percepatan bantuan sosial ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah kebijakan PPKM Darurat dalam rangka penanggulangan virus Covid-19.

“Saya minta jangan sampai terlambat, baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), baik itu BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, baik itu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Pusdatin Kesos, dan bansos lainnya. Paling penting lagi adalah bantuan beras, bantuan sembako (BPNT), minggu ini harus segera keluar, percepat, betul-betul ini dipercepat, saya tegaskan segera dipercepat,” tegas Jokowi, disela memimpin rapat terbatas evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 16 Juli 2021 kemarin.

Jokowi
Foto Ilustrasi : Seorang warga yang akan menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Indonesia, penyalurkan BST program Kementerian Sosial sebesar Rp 300 ribu untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain itu, Presiden Jokowi meminta Kementerian Sosial dan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar tidak ragu dalam menyalurkan bansos secepatnya kepada masyarakat. Kedua lembaga itu pun diminta segera berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) soal prosedur penyalurannya, agar segera dipercepat.

“Saya minta Kepala Bulog dan, utamanya, Mensos jangan ragu-ragu. Karena prinsipnya adalah yang paling penting ini kita enggak mencuri, enggak mengambil, prosedurnya tolong didampingi BPKP dalam penanganan keuangan dan pengawasan,” jelas Jokowi.

Jokowi mengapresiasi pendistribusian bantuan vitamin dan obat-obatan gratis yang disalurkan sejak Jum’at 15 Juli 2021 lalu.  Bantuan obat-obatan tersebut, dikhususkan untuk masyarakat yang terpapar virus Covid-19, baik dengan gejala ringan atau tanpa gejala dan sedang, agar menjalankan isolasi mandiri (isoman).

“Pemberian obat-obatan gratis. Obat, suplemen, vitamin gratis pada rakyat, ini sangat cepat, saya diapresiasi,” ucap Jokowi.

Akan tetapi, Jokowi menilai 600 ribu paket obat gratis yang disalurkan dalam dua tahap ini dinilai masih kurang. Karena itu, Jokowi meminta Kementerian Keuangan agar kembali menambah anggaran guna meningkatkan jumlah ketersediaan paket bantuan vitamin dan obat-obatan.

“Saya minta Ibu Menteri Keuangan ini disiapkan paling tidak di atas dua juta paket, itu kan enggak mahal,” tandas Jokowi.**

Artikel sebelumyaSalurkan Ratusan Paket Sembako, Polres Sukabumi Kota Sambangi Rumah Pedagang Kaki Lima dan Tukang Becak di Jalan A Yani
Artikel berikutnyaFantastis, 215 Jembatan Gantung Pedesaan Akan Digeber Pemkab Bogor Bersama TNI